Bima (Suara NTB) – Program Hilirisasi Ayam Terpadu (HAT) di Kabupaten Bima,belum masuk tahap pembangunan. Pemerintah daerah masih menyiapkan dokumen serta menunggu studi kelayakan rampung dikerjakan oleh PT Berdikari.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima H. Zainal Arifin, ST., MT., mengatakan proses penyiapan dokumen serta studi kelayakan menjadi tahapan lanjutan setelah Kecamatan Madapangga ditetapkan sebagai lokasi yang paling memenuhi persyaratan biosecurity peternakan.
“Lagi persiapan dokumen pertanahan dan lain-lain. Feasibility study sedang dikerjakan,” kata Zainal saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin (21/9).
Ia belum memastikan pembangunan fisik hilirasasi ayam dimulai,tetapi pemerintah daerah berharap persiapan awal sudah dapat bergerak menjelang akhir tahun.
Menurut dia, penyelesaian studi kelayakan menjadi bagian penting sebelum program tersebut masuk ke tahapan berikutnya. Kajian itu dilakukan PT Berdikari setelah sebelumnya pemerintah daerah menyepakati pengembangan HAT di Kabupaten Bima melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Kesepakatan itu menjadi tahap awal kerja sama pembangunan HAT yang merupakan bagian dari program prioritas nasional melalui Kementerian Pertanian. “Sebelum penetapan lokasi, Pemkab Bima menyiapkan enam lokasi untuk dinilai,” katanya.
Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Tim Aset BPKAD serta Disnakertrans Kabupaten Bima melakukan survei lahan milik pemerintah di sejumlah wilayah, antara lain Tambora, Madapangga, Bolo, Woha dan Wera.
Dari lokasi yang diusulkan tersebut, Madapangga kemudian dipilih berdasarkan hasil kajian konsultan PT Berdikari. Lokasi itu dinilai paling memenuhi persyaratan biosecurity untuk pengembangan peternakan unggas terpadu.
“Konsultan PT. Berdikari menunjuk lokasi di Kecamatan Madapangga yang dipandang paling memenuhi syarat biosecurity peternakan,” kata Bupati Bima,Ady Mahyudi.
Rencana HAT secara umum mencakup pengembangan rantai usaha unggas secara terintegrasi, mulai dari pabrik pakan, pusat indukan ayam (Parent Stock), mesin tetas atau Day Old Chick (DOC), pusat budidaya hingga rumah potong. (hir)



