Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa kembali menggelar kegiatan opening ceremony yang menandakan dimulainya kegiatan Sail To Sumbawa yang digelar di Pantai Seliper Ate, Kecamatan Labuhan Badas, Senin (21/9).
Kegiatan tahunan tersebut menghadirkan peserta dari sejumlah negara diantaranya Prancis, New Zealand, USA, dan Australia. Para peserta Sail akan diajak berpetualang ke sejumlah destinasi wisata unggulan daerah yang sudah disiapkan pemerintah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Sail to Sumbawa ini sebagai bentuk upaya mempromosikan pariwisata. Bagi kami Sail to Indonesia bukan sekadar kapal singgah tetapi kesempatan memperkenalkan wajah Sumbawa ke dunia,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot.
Pelaksanaan Sail To Sumbawa sekitar 15 kapal yang singgah dengan membawa sekitar 45–50 wisatawan. Pemerintah juga menyiapkan beberapa destinasi wisata unggulan untuk dikunjungi yakni menyaksikan hiu paus di Teluk Saleh, menikmati barapan kebo, menikmati alam, dan merasakan budaya Sumbawa.
“Kami ingin laut bukan hanya menjadi tempat kapal lewat, tetapi menjadi sumber kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi biru,pariwisata bahari, perikanan, kelautan, umkm, hingga ekonomi kreatif,” ucapnya.
Bupati berterima kasih kepada Ketua Yacht Rally Organizer Raymond T Lesmana yang sudah memilih dan mampir di Sumbawa. Pihaknya berharap kehadiran para yatcher ini mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan jumlah wisatawan.
Ia berharap kegiatan berskala internasional juga memberikan dampak positif terutama Sumbawa akan lebih dikenal di seluruh dunia melalui ulasan para yatcher di majalah pariwisata maritim maupun di dinding media sosial para yatcher yang saat ini berada di Sumbawa.
“Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk mengenalkan destinasi wisata yang kita miliki kepada dunia. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan event tersebut,” terangnya.
Pengembangan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) juga terus didorong sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berkelas dunia. Pemerintah pusat juga melihat samota memiliki peluang sebagai magnet investasi baru di Indonesia Timur. Potensi pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, agro-maritim, industri kreatif dan konektivitas logistik.
“Dari laut ada ekonomi biru, dari darat ada pertanian dan agrobisnis, dari bawah tanah ada sumber daya mineral. Di tengah semuanya ada masyarakat sumbawa yang harus menjadi penerima manfaat,” tambahnya.
Teluk Saleh sebut Bupati,menyimpan kekayaan yang luar biasa. Data pemantauan terbaru mencatat 174 individu hiu paus telah teridentifikasi di Teluk Saleh. Ini menunjukkan bahwa Teluk Saleh bukan sekadar tempat hiu paus singgah, tetapi merupakan habitat penting bagi mereka, termasuk bagi hiu paus muda.
Kekayaan Sumbawa bukan hanya pada alam, tetapi juga pada tradisi dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Pemerintah pun akan terus mendorong setiap kecamatan untuk mengangkat potensi dan keunikan wilayahnya melalui festival.
Raymond T. Lesmana, perwakilan dari International Yacht Rally Organizer, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas kesiapan tuan rumah dalam menyambut peserta.
“Sail ini sudah kami gelar sejak tahun 2017, dari 43 kabupaten dan 7 kota yang kami singgahi, Labuhan Jambu ini yang paling cepat dalam menyiapkan infrastruktur baharinya. Ini bukan sekadar lokasi singgah, tapi menjadi hub wisata bahari mulai dari memancing, surfing, hingga snorkeling,” ujarnya.
Sementara itu salah satu peserta asal United State Of America (USA), Mrs. Nancy yang mewakili rekannya turut membagikan pengalamannya selama berada di Sumbawa. Ia mengaku sangat terkesan dengan keramahan masyarakat lokal.
“Saya sangat menikmati pengalaman ini. Di sini saya diterima dengan hangat, diajak berinteraksi, berfoto, bahkan berenang bersama hiu paus dalam waktu cukup lama. Pengalaman ini hanya saya rasakan di Indonesia, terutama di Sumbawa,” tutupnya. (ils/*)



