BerandaNTBSUMBAWABerstatus KLB, Kasus Kematian Akibat Rabies di Sumbawa Bertambah

Berstatus KLB, Kasus Kematian Akibat Rabies di Sumbawa Bertambah

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa, mencatat terjadi penambahan kasus kematian akibat gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Kasus kematian terbaru yang dilaporkan terjadi di Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir pasca gigitan hewan penular rabies sekitar bulan Juli 2026.

“Kasus kematian pertama terjadi di Kecamatan Labangka di bulan Januari, Empang satu kasus di bulan Februari dan Desa Berare satu kasus di bulan Juli di tahun 2026,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat kepada wartawan, Rabu (23/9).

Ketiga kasus kematian tersebut diklaim terjadi disinyalir tidak menerapkan tata laksana penanganan rabies. Korban gigitan anjing juga tidak langsung datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan secara intensif. Diketahui, korban baru memeriksakan bekas gigitan ke fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah sangat parah. 

Berdasarkan data lanjut Sarip, jumlah kasus gigitan HPR yang terjadi sejak bulan Januari-September mencapai 803 kasus. Jumlah itupun didominasi oleh gigitan HPR yang tidak bertuan,sehingga untuk upaya eliminasi belum bisa dilakukan secara maksimal oleh pemerintah.

“Kasus gigitan HPR kita masih cukup tinggi dan Sumbawa masih KLB rabies,sehingga kami minta masyarakat untuk melapor kapan saja ketika ditemukan gigitan HPR untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Kasus gigitan HPR juga sudah menyebar ke 26 puskesmas dari sebelumnya hanya 25 puskesmas. Salah satunya di Puskesmas Badas unit II yang beberapa tahun sebelumnya tidak ada kasus gigitan HPR saat ini sudah ada laporan yang masuk dengan kondisi berangsur pulih.

Ia menghimbau masyarakat untuk tetap melapor adanya kasus gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan monyet. Tujuannya untuk menekan terjadinya risiko lebih parah. “Kami meminta masyarakat untuk bisa lebih waspada dan ketika tergigit harus segera melaporkan ke petugas kesehatan. Sehingga penanganan secara intensif bisa dilakukan untuk menekan angka kematian akibat rabies,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO