BerandaNTBUnram Wisuda 2.323 Lulusan, Rektor Tekankan Kemampuan Beradaptasi dan Memberi Dampak

Unram Wisuda 2.323 Lulusan, Rektor Tekankan Kemampuan Beradaptasi dan Memberi Dampak

Mataram (Suara NTB)Universitas Mataram (Unram) kembali mewisuda 2.323 lulusan dalam rangkaian Wisuda Periode September 2026 yang berlangsung selama dua hari, 23–24 September 2026, di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menyampaikan bahwa wisuda bukan hanya perayaan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga bagian dari perjuangan orang tua dan keluarga yang mendampingi perjalanan pendidikan para wisudawan.

“Gelar yang diterima anak-anak kita hari ini adalah bagian dari perjuangan Bapak dan Ibu,” ujar Prof. Sukardi.

Ia mengingatkan bahwa setelah memperoleh gelar akademik, para lulusan justru menghadapi tantangan yang lebih besar. Dunia tidak hanya mempertanyakan gelar, tetapi juga kemampuan untuk belajar, beradaptasi, bekerja sama, dan menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh mesin.

“Setelah toga dilepas, dunia tidak akan bertanya kepada Anda: ‘Apa gelar Anda?’ Dunia akan bertanya: ‘Apa yang bisa Anda lakukan?’” ungkapnya.

Rektor Unram, Prof. Sukardi dalam Wisuda Periode September 2026 di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar. Wisuda digelar dua hari pada Rabu (23/9) dan Kamis (24/9). (Suara NTB/ist)

Menurut Prof. Sukardi, perkembangan Artificial Intelligence (AI), perubahan model bisnis, pola komunikasi, dan cara memperoleh pengetahuan telah mengubah kebutuhan dunia profesional. Karena itu, pendidikan tinggi tidak cukup hanya membekali lulusan dengan pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis.

“Pendidikan tinggi hari ini tidak cukup hanya membuat Anda knowledgeable. Anda harus menjadi thinker. Anda harus mampu berpikir,” tegasnya.

Dalam menghadapi perubahan, ia menekankan pentingnya prinsip learn, unlearn, and relearn, yaitu terus mempelajari hal baru, meninggalkan cara lama yang tidak lagi relevan, dan mempelajari kembali pengetahuan sesuai kebutuhan zaman.

“Jangan pernah berkata saya sudah lulus, saya sudah selesai belajar. Justru setelah wisuda, Anda baru mulai belajar secara serius,” ujarnya.

Prof. Sukardi juga mengingatkan pentingnya critical thinking di tengah derasnya arus informasi. Lulusan perlu memeriksa sumber, bukti, dan kredibilitas informasi sebelum mengambil sikap.

“Belajarlah berpikir sebelum bereaksi,” pesannya.

Selain itu, kemampuan berkomunikasi lintas budaya dan berkolaborasi dinilai penting karena dunia kerja semakin terbuka dan berbagai persoalan membutuhkan keterlibatan lintas disiplin.

“Semakin kuat identitas Anda, semakin percaya diri Anda berdialog dengan dunia. Bawalah Lombok. Bawalah NTB. Bawalah Indonesia. Tetapi bicaralah dengan dunia,” ungkapnya.

Untuk membekali alumni menghadapi perubahan, Prof. Sukardi mengajak lulusan membawa lima prinsip, yakni Learn, Adapt, Connect, Create, dan Impact: terus belajar, beradaptasi, membangun jejaring, menciptakan solusi, dan memberikan dampak.

Ia berharap alumni Unram tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menjadi problem solvers, innovators, entrepreneurs, leaders, dan changemakers yang memberi manfaat bagi lingkungan.

“Dan apa pun profesi Anda, jadilah manusia yang kehadirannya membawa manfaat,” pesannya.

Di akhir pidatonya, Prof. Sukardi mengingatkan para lulusan untuk menjaga nama baik Unram melalui integritas, kejujuran, kesantunan, dan keberanian menghadapi perubahan.

“Jadilah alumni yang membuat orang berkata: ‘Oh, dia lulusan Universitas Mataram.’ Dan kalimat itu bukan sekadar identitas. Tetapi sebuah kepercayaan,” pungkasnya. Usai pidato Rektor, rangkaian wisuda dilanjutkan dengan prosesi penyerahan ijazah kepada para wisudawan serta sertifikat penghargaan bagi wisudawan terbaik. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO