BerandaHEADLINEGubernur NTB: Rumah Layak, Pendidikan dan Listrik Jadi Fondasi Atasi Kemiskinan

Gubernur NTB: Rumah Layak, Pendidikan dan Listrik Jadi Fondasi Atasi Kemiskinan

Praya (Suara NTB) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menindaklanjuti komitmen menghadirkan hunian layak bagi warga terdampak banjir di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Rabu (23/9), sore Gubernur meninjau langsung pembangunan Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi warga yang rumahnya terdampak banjir serta belum memenuhi standar kesehatan dan kelayakan hunian.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur pada Januari lalu. Saat itu, Gubernur melihat langsung kondisi warga dan berkomitmen membantu menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga yang membutuhkan.

Di salah satu lokasi, Gubernur kembali melihat kondisi keluarga Saimum yang tinggal bersama dua anaknya. Hunian tersebut sebelumnya belum memiliki dinding permanen dan masih menggunakan atap seadanya. Kondisi serupa juga dialami Seremah, warga lainnya yang kini turut mendapatkan pembangunan rumah layak huni.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan rumah tidak cukup hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Hunian yang layak harus menjadi bagian dari upaya memastikan keluarga dapat hidup lebih sehat, aman, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berkembang.

Dalam kunjungannya, perhatian Gubernur tidak hanya tertuju pada kondisi rumah, tetapi juga pendidikan anak-anak dari keluarga penerima bantuan.

Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah saat ini memiliki Program Sekolah Rakyat yang memberikan akses pendidikan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Sekarang kita ada program Sekolah Rakyat, semuanya gratis, nanti kita daftarkan ya,” ujar Gubernur kepada anak-anak tersebut.

Ia kemudian mendorong mereka untuk tetap rajin belajar dan tidak kehilangan semangat untuk meraih cita-cita.

Selain memberikan hunian yang lebih layak, Gubernur juga menyerahkan bantuan buku dan alat tulis sekolah agar anak-anak dari keluarga penerima bantuan dapat terus mengikuti pendidikan dengan baik.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Baznas turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako, vitamin, serta perlengkapan bayi untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Dorong Akses Listrik bagi Warga
Gubernur juga memastikan kebutuhan dasar lainnya tidak terlewat. Saat berdialog dengan camat, ia meminta agar warga yang belum memiliki akses listrik segera didata untuk mendapatkan layanan melalui program listrikisasi.

“PLN punya program listrikisasi, itu pemasangan listrik dan bohlamnya sekalian, nanti agar segera didaftarkan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pendataan tidak hanya dilakukan terhadap penerima bantuan rumah, tetapi mencakup warga lain di sekitar lokasi yang belum mendapatkan akses listrik. “Masyarakat nanti sekitar sini yang belum juga didaftarkan,” lanjutnya.

Arahan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan di Desa Kabul diarahkan secara menyeluruh. Intervensi tidak hanya berfokus pada perbaikan rumah, tetapi juga pada pemenuhan akses pendidikan, listrik, pangan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Desa Kabul merupakan salah satu lokus prioritas Program Desa Berdaya Transformatif yang digagas Pemerintah Provinsi NTB sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada proses graduasi masyarakat melalui perlindungan sosial, pengembangan mata pencaharian, inklusi keuangan, dan pemberdayaan sosial.

Dalam aspek hunian, penanganan rumah tidak layak huni menjadi salah satu intervensi penting. Program tersebut dilaksanakan melalui berbagai skema peningkatan kualitas rumah layak huni dan diintegrasikan dengan kebutuhan dasar lainnya, termasuk penyediaan akses air bersih bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB juga mendorong agar setiap intervensi disesuaikan dengan potensi lokal, kondisi sosial masyarakat, dan kebutuhan masing-masing dusun.

Bagi keluarga penerima manfaat, rumah baru bukan sekadar tempat berteduh setelah rumah lama terdampak banjir. Hunian yang lebih layak diharapkan menjadi titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih sehat sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. (r/ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO