Taliwang (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar sosialisasi pemutakhiran data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan perubahan tingkat kesejahteraan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan ini digelar untuk menyamakan pemahaman petugas pendataan terkait mekanisme pemutakhiran data masyarakat.
Sekretaris Dinsos KSB, Andy Suwandy, mengatakan sosialisasi menjadi bagian penting sebelum proses pemutakhiran data dilakukan. Tujuannya agar petugas di tingkat kecamatan dan desa diberikan pemahaman mengenai tata cara memperbarui data sesuai kondisi masyarakat di lapangan.
“Fokus sosialisasinya terutama mengenai mekanisme perubahan datanya,” terang Andy dikonfirmasi pada, Jumat (25/9).
Sosialisasi tersebut dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 16, 17, 22 dan 24 September 2026. Kegiatan itu diikuti Tim Ahli Agen Gotong Royong (AGR), AGR Kecamatan, perwakilan AGR masing-masing desa, serta Fasilitator Sosial dari seluruh kecamatan.
Andy menjelaskan, materi sosialisasi mencakup mekanisme pemutakhiran data, perubahan tingkat kesejahteraan sosial, serta indikator yang digunakan dalam menentukan desil DTSEN. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya verifikasi dan validasi data berdasarkan kondisi faktual masyarakat.
Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses pendataan. Beberapa di antaranya menyangkut perubahan desil kesejahteraan masyarakat, mekanisme bantuan sosial dan tantangan dalam melakukan pendataan di lapangan.
Menurut Andy, forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman antara AGR, fasilitator sosial, pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. Kesamaan pemahaman diperlukan agar proses pemutakhiran data dapat dilakukan dengan mekanisme yang sama di seluruh wilayah KSB.
“Masukan dari peserta menjadi bagian penting dalam sosialisasi ini, karena mereka berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat di lapangan. Kita berharap pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses verifikasi dan validasi data,” pungkasnya.(bug)



