Oleh: Lalu Gita Ariadi
Tanggal 21 September 2026 pukul 20.00 WIB, Solok banjir bandang. Ini Galodo – banjir bandang khas Sumatera Barat (Sumbar). Lokasi di Nagari Batang Barus, Gunung Talang.
Penyebab utamanya, hujan lebat. Menurut BMKG, hujan deras sejak Sabtu 19 September 2026 terus-menerus. Puncaknya jam 18.00-20.00 WIB.
Dampaknya, 1 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, 32 orang mengungsi, 100 rumah terdampak, 2 kantor rusak berat 9 rusak ringan, sebuah jembatan putus, jalan Padang – Solok putus total tertutup lumpur 60-70 cm.
Di tempat lain, musim kemarau, timbulkan kekeringan. Rumput-rumput mengering. Gambut, hutan dan lahan terbakar. Kalimantan dan Sumatera diselimuti asap. Jarak pandang terbatas. Moda transportasi darat, laut dan udara terganggu. Kesehatan masyarakat terancam. Kehidupan tak lagi nyaman. Bagaimana di NTB ?
Menurut BMKG, Cuaca NTB minggu depan ( 27 September – 4 Oktober 2026 ) masih masuk peralihan kemarau ke hujan. Panas masih dominan. Hujan lokal sore-malam hari.
Pengaruh El Nino masih kuat. Bahkan hari tanpa hujan masih panjang di Bima ( kurang lebih sudah 115 hari tanpa hujan ).
Alhamdulillah beberapa hari belakangan ini, Puyung mulai disapa hujan. Rintik tipis-tipis. Kurang dari 10%. Masih belum signifikan. Mendung di sore hari bergelayut. Namun, seperti syair lagu. Mendung tak berarti hujan.
Rahmad, teman dari Janapria yang tinggal di Lingsar juga cerita. Hujan sudah mulai turun di Lingsar, Kroye dan sekitarnya. Tapi dia juga berdoa semoga hujan jangan turun dulu di beberapa tempat tanam tembakau. Kalau sekarang tembakau kena hujan, bukan hanya tembakau jadi rusak, tapi petani tembakaunya juga langsung lemes lunglai dan bejowong miq. Aran wayen, petani mako mangkin niki banin sewa laser dan beli lampu sorot untuk pecah awan.
“Bila perlu sewa pawang untuk halau hujan,” kata Rahmad.
Selain petani tembakau, teman-teman Injourney dan MGPA saat ini bisa jadi juga sedang H2C ( harap-harap cemas ). MotoGP Mandalika 2026 akan digeber tanggal 9 – 11 Oktober 2026. Apakah akan hujan?
Prediksi sementara, kemungkinan turun hujan sangat kecil. Tapi bukan berarti aman 100%. Kenapa ?
Secara musim, masih ekor kemarau. BMKG NTB ramalkan musim hujan 2026 ini mundur sampai Desember 2026, karena El Nino masih kuat. Jadi awal Oktober di Lombok masih masuk musim kemarau panjang. Normalnya Oktober di Mandalika itu cuaca paling enak. cerah, langit biru, angin sepoi-sepoi. Karenanya Dorna sengaja tetapkan Seri MotoGP bulan Oktober bertempat di Sirkuit Mandalika.
Tapi sejarah Mandalika selalu ada drama hujan. 20 Maret 2022 hujan badai. Race ditunda 1 jam. Rara ( Rara Istiati Wulandari ) pawang hujan tampil dan viral.
Waktu hujan deras sebelum race MotoGP, Rara masuk ke tengah track bawa mangkok dan jampi-jampi. Videonya ditayangkan live Dorna ke seluruh dunia. Sorenya langsung jadi trending topic.
Namun perlu diingat, turun atau tidak turunnya hujan dari langit, bukan karena Rara. Juga bukan karena pawang. Tapi itu hak prerogatif dan Rahmat dari Allah SWT.
“Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya ( QS. Asy-Syura: 28).
“Dialah yang telah menurun kan air hujan dari langit untuk kamu, sebagian nya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada ( tempat tumbuh nya ) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam – tanaman ; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda bagi kaum yang memikir kan.” ( QS. An-Nahl: 10-11 ).
Hujan segera akan tiba. Semua harus kita terima dengan segala rasa syukur. Juga rasa sabar bila nanti musim hujan tiba dan curah hujan ditumpahkan berlebihan yang kadang jadi bah dan bencana.
Bukankah setiap bencana ada hikmahnya yang perlu kita renungkan dan pikirkan secara seksama.
Mari berbenah sambut tibanya musim hujan dengan kewaspadaan dan arif bijaksana.
Wassalam
Tugu Tani
26.9.26






