Giri Menang (Suara NTB) – Pedagang di Pasar Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar untuk mengangkut tumpukan sampah yang kian menggunung di Pasar Gunungsari. Pasalnya, para pedagang telah lama mengeluhkan tumpukan sampah yang mengakibatkan gangguan pernapasan, berulat hingga penurunan pengunjung ke pasar tersebut.
Hanafi, salah seorang pedagang di Pasar Gunungsari mengatakan, tumpukan sampah itu telah berlangsung sejak lama, bahkan lebih dari setahun. Untungnya, kata dia, Kepala Pasar setempat yang langsung turun tangan menangani sehingga tidak separah dulu. “Lebih setahun ini (tumpukan sampah), untungnya mandor pasar sekarang ini sigap bekerja,” kata dia, Jumat (25/9/2026) lalu.
Tumpukan sampah ini sangat meresahkan, karena mengganggu para pedagang maupun warga yang berkunjung ke pasar itu. Tumpukan sampah itu menimbulkan bau tak sedap, apalagi musim kemarau. “Apalagi besok kalau sudah musim hujan, kadang ulat belatungnya keluar, air sampahnya masuk ke tempat kami jualan,” keluhnya.
Ia sendiri tepaksa bertahan jualan di dekat tumpukan sampah itu, karena tak pilihan lain untuk berjualan. Bagaimana pun, ia membutuhkan makan sehari-hari, sehingga mau tidak mau harus bertahan berjualan di sana.
Dampak sampah itu pun diakuinya berpengaruh terhadap warga yang berkunjung ke pasar, terutama di lokasinya berjualan. “Agak sepian sedikit,malas kesini. Semua tutup hidung kalau pengunjung kesini,” imbuhnya.
Ia mengakui sampah itu tidak saja dari pedagang pasar, tetapi lebih banyak dari warga yang membuang ke sana.
Diperkirakannya, sampah pasar yang dibuang ke lokasi itu tidak sampai satu truk. Sementara yang dari luar pasar lebih banyak lagi, karena hampir semua desa dari dua kecamatan yakni Batulayar dan Gunungsari yang membuang sampah ke pasar tersebut. Untuk itu ia pun sangat berharap agar tumpukan sampah itu segera diangkut semuanya.
Selain itu, ia berharap pasar itu lebih ditata lagi oleh Pemkab, agar pedagang lebih nyaman berjualan dan pembali pun lebih ramai lagi.
Hal serupa diharapkan Haerunnisa, pedagang lainnya di Pasar Gunungsari. Ia mengaku tumpukkan sampah itu telah lama dikeluhkan pedagang maupun pembeli di pasar itu. “Bahkan beberapa kali terbakar, takutnya kami apinya ke sini (ke lapak pedagang),” imbuhnya. Sampah ini kebanyakan dari masyarakat, bukan sampah pasar saja.
Sementara itu, Kepala DLH Lobar, M. Busyairi mengaku pihaknya telah beberapa kali mengangkut sampah Pasar Gunungsari. Termasuk beberapa hari lalu dilakukan pengangkutan, tetapi kata dia, ada pembatasan operasional TPA sejak 7 September sehingga jam operasional dibuka jam 07.00 sampai pukul 12.00 Wita.
“Yang sebelumnya sampai pukul 17.00 Wita. Kalau pengangkutan rutin di pasar tetap juga dilakukan tapi semua jadi satu ritase,” jelasnya.
Ia menegaskan, sampah pasar tetap diangkut pihaknya, tetapi semua berkurang ritasenya hanya 1 kali akibat TPA beroperasi hanya dari jam 07.00-12.00. Sehingga akan ada penumpukan sampah karena ritase dikurangi dari sebelumnya dua kali. (her)



