Bima (Suara NTB) – Kerusakan jalan penghubung Desa Kuta hingga Desa Kaowa di Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, tak kunjung mendapat penanganan. Kondisi jalan yang amblas dan berlubang membuat warga Desa Teta, akhirnya turun tangan memperbaiki secara mandiri.
Perbaikan dilakukan secara swadaya karena kerusakan jalan telah mengganggu mobilitas sekaligus membahayakan pengguna jalan. Warga menggalang dana untuk memperbaiki sejumlah bagian jalan yang rusak agar tetap dapat dilalui pengendara.
Camat Lambitu, Hafid, S.Sos., membenarkan adanya perbaikan yang dilakukan masyarakat Desa Teta. Menurutnya, inisiatif itu muncul karena kondisi jalan kerap menyebabkan pengendara terjatuh.
“Kasihan masyarakat. Di posisi jalan itu sering terjadi kecelakaan, bukan karena tabrakan, tetapi karena pengendara terjatuh,” kata Hafid saat dikonfirmasi, Senin (28/9).
Kerusakan jalan juga dipengaruhi kondisi tanah di wilayah Desa Teta yang bergerak. Saat hujan turun, kerusakan semakin mudah bertambah karena ruas jalan tetap dilalui kendaraan berkapasitas besar.
“Karakter tanah di Desa Teta itu bergerak. Sedikit saja turun hujan, kemudian jalan sering dilewati mobil, termasuk truk, kerusakannya semakin parah,” ujarnya.
Hafid mengatakan jalan itu merupakan akses utama masyarakat Lambitu dan tidak memiliki jalur alternatif. Karena itu, warga memilih memperbaiki jalan secara swadaya sembari menunggu penanganan pemerintah.
Salah seorang warga Teta, Aji mengatakan kerusakan jalan tersebut bukan persoalan kali ini saja. Sepengetahuannya perbaikan terakhir jalan itu dilakukan sekitar 2015. “Terakhir kali jalan ini diperbaiki sekitar 2015,” kata Aji.
Jalan tersebut menjadi akses masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk guru dan pelajar. Siswa juga menggunakan ruas jalan itu untuk menuju sekolah.
Menurut Aji, kondisi jalan yang rusak membuat pengendara sepeda motor kerap terjatuh. Situasi itu pula yang mendorong warga menggalang dana dan melakukan perbaikan sendiri.
Dari penggalangan tersebut, dana yang terkumpul mencapai Rp18 juta. Dana itu digunakan untuk mendukung pekerjaan perbaikan jalan secara swadaya.
Warga berharap ruas jalan di Lambitu tetap mendapat penanganan pemerintah. Selain menyangkut keselamatan pengendara, perbaikan jalan dibutuhkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi pertanian yang menjadi tumpuan warga Lambitu. (hir)



