Giri Menang (Suara NTB) – Gunungan sampah di Pasar Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) kembali terbakar pada Rabu (30/9/2026) setelah subuh atau diperkirakan pukul 05.00 Wita. Akibat kebakaran itu, asap mengepul hingga membuat pedagang terganggu berjualan, bahkan mengalami gangguan pernapasan. Mereka menuntut perhatian serius dari Pemerintah Daerah Lombok Barat untuk mengangkut sampah yang hampir setahun lebih menumpuk tersebut.
Informasi yang diperoleh media, tumpukan sampah yang dikeluhkan pedagang itu terjadi selepas salat subuh. Beberapa saat kemudian, pihak mandor pasar kemudian melaporkan kejadian itu ke UPT Damkar Batulayar. Tim damkar mengerahkan armada memadamkan api hampir tiga jam, karena tumpukkan sampah yang terbakar menimbulkan asap mengepul.
Anik, pedagang di pasar itu meminta perhatian dari pemerintah daerah terhadap penanganan sampah di pasar tersebut. Sebab telah beberapa kali kejadian kebakaran, tetapi belum ada solusi nyata mengangkut sampah tersebut. “Tolong dong ke pemerintah daerah Lobar bagaimaan solusinya dengan keadaan (sampah), kami terdampak setiap hari,” keluhnya.
Kebakaran sampah itu sangat menganggu warga yang berjualan. Terlebih pedagang sudah tua atau lansia sehingga pernapasannya terganggu. Ditambah lagi tumpukan sampah yang berada di bagian belakang tidak diangkut, lalu datang lagi sampah baru yang buang masyarakat. “Jadi terus menerus bertambah sampah ini,” keluhnya. (her)



