Mataram (Suara NTB) – Momen menegangkan terjadi pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026, antara Indonesia vs Thailand, Senin (5/10/2026) malam. Dalam ajang adu penalti, kiper kelahiran Lombok, Emil Audero Mulyadi menjadi penyelamat setelah berhasil menepis tendangan pemain Thailand.
Indonesia berhasil menumbangkan Thailand pada gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 lewat jalur penalti dengan skor 4-2. Emil yang tampil sejak awal pertandingan turut menjadi pahlawan bagi skuad Garuda setelah menepis sepakan bek Thailand.
Sepakan yang mengarah ke samping kanan gawang mampu dibaca oleh Emil dengan cerdas. Dengan keyakinan penuh, Emil melompat ke sisi kanan dan menciptakan clean sheet sempurna.
Penyelamatan gemilang itu memastikan timnas Garuda meraih kemenangan atas timnas Gajah Perang.
Kemenangan ini mengakhiri rekor buruk Indonesia yang sebelumnya enam kali kalah di partai final turnamen regional ASEAN (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020). Sekaligus mematahkan kutukan sebagai runner-up di ASEAN.
Keputusan memainkan Emil Audero sedari awal merupakan pilihan tepat. Selain karena kelincahan dan responsibilitas yang tinggi, Emil juga kini telah merumput di lapangan Eropa.
Seperti diketahui, Emil merupakan pemain pinjaman untuk klub Rayo Vallecano. Beberapa kali, kiper kelahiran Lombok itu dipercaya mengawangi klub La Liga itu.
Dengan pengalaman bermain di rumput Eropa, tak ayal ia juga dipercaya John Herdman untuk menjaga gawang Timnas.
Hal itu dibuktikan oleh Emil dengan tampil cukup gemilang sepanjang pertandingan. Meskipun, sempat kebobolan dua gol hingga peluit akhir berbunyi. Namun, Emil mampu membayar itu semua dengan menjadi pahlawan di ajang penalti.
Biografi Emil Audero
Sebelumnya, Emil resmi menjadi WNI dan memperkuat Timnas Indonesia setelah dinaturalisasi pada Senin (10/3/2025). Emil Mulyadi dinaturalisasi bersama dua pemain lainnya, Joey Pelupessy dan Dean James.
Emilio Audero Mulyadi lahir 18 Januari 1997 di Mataram dari ayah yang berasal dari Praya Lombok Tengah, yakni Edy Mulyadi dan ibu berkebangsaan Italia, Antonella Audero. Ia pindah bersama keluarganya ke kampung halaman ibunya di Cumiana, Italia pada tahun 1998. (sib)



