Mataram (Suara NTB) — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram memastikan seluruh penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kota Mataram berfungsi optimal selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menyambut para tamu dan penonton MotoGP sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman selama berada di Kota Mataram.
Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan armada untuk memantau sekitar 4.000 titik lampu jalan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Mataram. Pengawasan dilakukan secara intensif, terutama untuk memastikan tidak ada ruas jalan protokol yang mengalami gangguan penerangan selama ajang balap internasional tersebut berlangsung.
“Dengan kesiapan yang ada, kami dari Dishub siap memastikan PJU berfungsi optimal,” ujar Zulkarwin, Rabu (7/10).
Selain memastikan kondisi PJU, Dishub Kota Mataram juga telah menerjunkan tim teknis untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan di lapangan. Koordinasi dengan PT PLN (Persero) juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kendala teknis yang dapat memengaruhi sistem penerangan jalan.
Menurut Zulkarwin, PLN tentunya turut menyiapkan tim dan kebutuhan teknis untuk mendukung pelayanan selama berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026. “Insya Allah, tim juga siaga jika ada gangguan PJU,” katanya.
Ia menegaskan, sekitar 4.000 titik lampu di Kota Mataram kini berada dalam pengawasan Dishub. Optimalnya penerangan jalan diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas selama gelaran MotoGP, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta para pengunjung.
Sebagai daerah penyangga, Kota Mataram turut mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika 2026. Persiapan tersebut mencakup infrastruktur, sarana dan prasarana, hingga akomodasi bagi pengunjung dan penonton yang datang untuk menyaksikan ajang balap yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Perhelatan MotoGP Mandalika 2026 juga turut mendongkrak tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Mataram. Menjelang pelaksanaan ajang balap internasional tersebut, tingkat okupansi hotel berbintang di Kota Mataram telah mencapai sekitar 80 persen.
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, tingkat okupansi hotel bintang tiga ke atas telah mencapai 82 persen. Bahkan, sejumlah hotel mencatat tingkat keterisian kamar hingga 97 persen.
Ia menyebutkan, sejumlah hotel bintang tiga dan empat bahkan telah mencatat okupansi penuh. Hotel tersebut di antaranya Prime Park, Astoria, Golden Palace, Lombok Raya, dan Aston Inn. Tingginya okupansi pada segmen tersebut mayoritas berasal dari tamu korporat.
Sementara itu, hotel bintang dua ke bawah dan akomodasi kelas melati masih memiliki ketersediaan kamar. Tingkat okupansi pada segmen tersebut berada di kisaran 60 persen.
Secara keseluruhan, Adiyasa mengatakan rata-rata okupansi harian hotel di Kota Mataram saat ini mencapai 72 persen. Pergerakan tamu diperkirakan akan terkonsentrasi pada periode menginap 9–12 Oktober 2026, seiring dengan berlangsungnya rangkaian MotoGP Mandalika. (pan)



