BerandaNTBDOMPUDampak El-Nino, Jadwal Tanam Petani Mundur hingga Tiga Bulan

Dampak El-Nino, Jadwal Tanam Petani Mundur hingga Tiga Bulan

Dompu (Suara NTB) – Fenomena El-Niño yang memicu kemarau panjang mulai berdampak terhadap pola tanam petani di Kabupaten Dompu. Jadwal tanam pada musim hujan diperkirakan mundur dua-tiga bulan.

Kondisi tersebut juga berdampak pada lahan irigasi teknis dan nonteknis, terutama untuk komoditas padi dan jagung yang dipersiapkan memasuki musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP., dikonfirmasi, Rabu (7/10) mengatakan kemarau panjang telah menyebabkan perubahan pola tanam sekaligus kemunduran jadwal tanam petani. “Kalau gagal panen dan puso tidak ada hanya rata-rata kurang hasil mereka sekarang dibanding musim tanam yang dulu,” katanya.

Menurut Syahrul, dampak El-Nino paling terasa pada lahan yang sangat bergantung pada curah hujan. Untuk lahan tegalan, masa tanam pada musim hujan diperkirakan mundur dua hingga tiga bulan. Sementara lahan irigasi teknis dan lokasi yang memiliki irigasi perpompaan diperkirakan mundur sekitar satu bulan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu petani menghadapi dampak kekeringan dan keterlambatan musim tanam. Di antaranya melalui bantuan benih padi dan jagung dari pemerintah pusat.

Selain benih, bantuan juga diarahkan untuk mendukung pompanisasi, optimalisasi lahan,irigasi perpompaan,pembangunan dam dan parit. Pemerintah juga menyiapkan realokasi pupuk bersubsidi antarkecamatan sesuai kebutuhan petani. “Termasuk bantuan obat-obatan dan bimbingan teknis, terutama oleh POPT, PBT dan PPL,” ujarnya.

Syahrul menegaskan, pemerintah terus melakukan langkah antisipasi agar keterlambatan musim tanam tidak semakin menekan produksi pertanian di Dompu. Petani juga didorong menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah.

Sementara itu, berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan datang lebih lambat dari kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El-Nino yang cukup kuat.

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan secara bertahap pada November dan Desember 2026. Sekitar 24,66 persen wilayah diprediksi memasuki musim hujan pada November. Sedangkan, 17,31 persen wilayah lainnya pada Desember 2026.

BMKG juga memprediksi sebanyak 529 zona musim atau sekitar 61,08 persen luas daratan Indonesia akan mengalami awal musim hujan yang mundur dibandingkan kondisi normal. Selain datang lebih lambat, musim hujan 2026/2027 diperkirakan berlangsung lebih singkat. Namun, curah hujan pada periode tertentu berpotensi tetap tinggi dan turun dalam intensitas yang cukup besar.

Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi daerah sentra pertanian seperti Dompu. Penyesuaian jadwal tanam dan dukungan sarana produksi dinilai penting untuk menjaga produktivitas padi dan jagung di tengah ketidakpastian musim akibat El-Nino. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO