BerandaNTBKOTA MATARAMDishub Kaji Kemacetan di Bundaran Mataram Metro

Dishub Kaji Kemacetan di Bundaran Mataram Metro

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram bersama Dishub Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengkaji persoalan kemacetan di kawasan Bundaran Mataram Metro, terutama pada pagi hari. Kajian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kepadatan arus lalu lintas sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas seperti yang telah dilakukan di kawasan Rembiga.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, mengatakan pihaknya berencana turun langsung ke lapangan bersama Dishub Provinsi NTB untuk melihat kondisi lalu lintas di kawasan tersebut. Peninjauan ini menjadi langkah awal sebelum menentukan kebijakan yang dinilai sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurut Zulkarwin, pengamatan akan difokuskan pada kondisi arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Melalui peninjauan tersebut, pihaknya ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemacetan, termasuk pola pergerakan kendaraan dan kondisi lalu lintas di sekitar bundaran.

“Makanya, Senin besok kita coba ke sana bersama Dishub Provinsi supaya kita lihat apa permasalahannya,” ujarnya, Jumat (9/10).

Ia menjelaskan, kemacetan yang terjadi pada Kamis (8/10) tidak terlepas dari meningkatnya mobilitas kendaraan menjelang MotoGP Mandalika 2026. Kegiatan tersebut juga diikuti konvoi komunitas sepeda motor sehingga aktivitas kendaraan di sejumlah ruas jalan mengalami peningkatan.

Meski demikian, Zulkarwin menyebut kemacetan tersebut terjadi pada kondisi tertentu atau bersifat insidental. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi apabila kepadatan kendaraan di kawasan Bundaran Mataram Metro terus berulang, khususnya pada waktu-waktu dengan intensitas lalu lintas yang tinggi.

Jika hasil pengamatan menunjukkan adanya persoalan lalu lintas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Dishub Kota Mataram dan Dishub Provinsi NTB akan melakukan kajian bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB. Koordinasi lintas instansi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi lalu lintas di kawasan itu.

Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah rekayasa lalu lintas. Namun, penerapan kebijakan tersebut masih menunggu hasil kajian dan evaluasi di lapangan. Dishub perlu memastikan penyebab utama kemacetan sebelum menentukan skema pengaturan arus kendaraan yang akan diterapkan.

Sebagai langkah antisipasi sementara, Dishub Kota Mataram tetap menempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas pada pagi hari. Petugas disiagakan di kawasan Bundaran Mataram Metro untuk membantu menjaga kelancaran pergerakan kendaraan, terutama ketika aktivitas masyarakat mulai meningkat.

Zulkarwin mengatakan, empat petugas telah ditempatkan di lokasi tersebut sekitar pukul 08.00 Wita. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan sekaligus menjaga ketertiban arus lalu lintas selama jam sibuk pagi.

“Ada, pagi sekitar pukul 08.00 Wita sudah ada empat orang yang ditempatkan oleh Pak Kabid Lalin untuk mengatur di sana,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO