Tanjung (Suara NTB) – Seleksi Jabatan Piminan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), mulai diminati oleh para pelamar. Tercatat hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 16 orang sudah mengisi daftar calon kandidat melalui pendaftaran online pada website asnkarier.bkn.go.id. Pendaftaran akan ditutup pada 13 Oktober 2026.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), KLU, Zulfahrudin, melalui Kepala Bidang PSDM, Muhsinin, Jumat (9/10/2026), mengungkapkan calon kandidat seleksi JPTP (eselon II) lingkup Pemda KLU sudah mulai bermunculan. Hingga Kamis, 8 Oktober 2026 lalu, sebanyak 16 orang sudah mengisi pendaftaran secara online.
“Total pelamar sampai hari kemarin (Kamis) sekitar 16 orang. Tercatat saat ini, Kesbangpol yang paling banyak diminati. Calon kandidatnya berjumlah tujuh orang,” ungkap Muhsinin.
Ia menjelaskan, empat jabatan pimpinan OPD dibuka untuk umum, yaitu Kepala Dinas PUPR PKP, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bappeda, dan Kepala Badan Kesbangpol. Posisi Kepala Badang Kesbangpol yang relatif memiliki banyak peminat sementara.
Sedangkan Kepala Dinas PUPR dan Kepala Bappeda, jumlah calon kandidat sementara relatif identik, yakni masing-masing empat orang.
“Untuk Dinas Perhubungan, calon kandidatnya paling sedikit. Sampai kemarin, hanya satu orang yang mengisi link pendaftaran,” sebutnya.
Sementara, terkait nama-nama calon kandidat, Muhsinin menyatakan secara etika, pihaknya belum bisa menyebut para pejabat tersebut. Selain karena berstatus calon kandidat, Panitia Seleksi dinilai lebih berwenang memberi keterangan nama.
Untuk diketahui, kata Muhsinin, para pelamar JPTP yang sudah mengisi nama pada link pendaftaran online, masih berstatus calon kandidat. Ketika para calon kandidat sudah melaporkan data dan dokumen pendukung persyaratan, selanjutnya disebut sebagai Kandidat. Seluruh dokumen dan data tersebut selanjutnya diverifikasi dan divalidasi oleh Panitia Seleksi untuk menentukan apakah yang bersangkutan memenuhi syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Dia juga mengakui, di antara para pelamar, ada yang terkesan tidak serius dalam mengikuti tahapan pendaftaran JPTP kali ini. Pasalnya, salah satu pelamar yang diketahui berasal dari salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, tercatat mengajukan lamaran. Hanya saja, dari dokumen yang dicantumkan, yang bersangkutan dapat dipastikan TMS.
“Dari luar daerah, bahkan luar provinsi, ada. Satu orang. Ini yang kita heran, orientasinya apa? Karena dari golongan juga rendah,” katanya.
Terlepas dari potret calon pelamar tersebut, pihaknya berharap proses Seleksi JPTP kali ini, menghasilkan output optimal. Di mana dari tiga nama final di masing-masing OPD yang harus berada di meja Bupati KLU, seluruhnya merupakan figur publik yang memiliki kualitas dan kemampuan untuk membangun KLU di masa depan.
“Kami juga berharap, jumlah pelamar memenuhi syarat minimal empat orang. Karena kalau kurang, panitia akan membuka perpanjangan waktu pendaftaran empat hari untuk OPD yang jumlah pesertanya tidak cukup,” pungkas Muhsinin. (ari)



