BerandaEKONOMISatu Benang untuk Sade, BSI Bantu Pulihkan Desa Wisata Pascakebakaran

Satu Benang untuk Sade, BSI Bantu Pulihkan Desa Wisata Pascakebakaran


Praya (Suara NTB) –PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengajak masyarakat luas bergotong royong membantu pemulihan desa wisata tersebut pasca kebakaran hebat melalui program Satu Benang untuk Sade.


Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas desa yang terdampak kebakaran, tetapi juga mendorong kebangkitan mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada kunjungan wisatawan.


Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat mengunjungi Desa Adat Sade, Jumat, 10 Oktober 2026 menyampaikan, pihaknya turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa desa adat Lombok ini. Menurutnya, Sade bukan sekadar permukiman masyarakat, melainkan warisan budaya Sasak sekaligus ikon pariwisata kebanggaan Lombok.


“Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Bagi kami, ini bukan hanya permukiman, tetapi juga warisan budaya yang mesti kita jaga bersama. Desa Sade merupakan ikon kebanggaan Lombok,” ujarnya.


Anggoro mengatakan, BSI langsung menyatakan kesediaan membantu ketika mendapat informasi mengenai inisiatif pemulihan Desa Sade. Baginya, upaya tersebut memiliki arti penting karena desa adat ini menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan.


Melalui program Satu Benang untuk Sade, BSI bersama Danantara Indonesia mendukung pemulihan rumah adat dan sejumlah fasilitas desa. Bantuan yang disiapkan mencakup empat unit rumah adat, gapura, balai pertemuan, serta fasilitas ibadah masyarakat.


Namun, Anggoro menegaskan, pembangunan fisik saja tidak cukup. Pemulihan harus diikuti dengan kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pengrajin tenun, pedagang, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan penghasilan pada sektor pariwisata.


“Kita berharap bisa menghidupkan kembali ekonomi di Desa Sade. Dengan mulai terbangunnya fasilitas yang terdampak, mudah-mudahan kita juga bisa mendukung UMKM agar tumbuh kembali,” katanya.


Untuk memperluas dukungan, BSI melalui BSI Maslahat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan Satu Benang untuk Sade. Donasi dapat dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI dengan memilih fitur berbagi dan menu khusus program tersebut.


Anggoro mengatakan, ajakan berdonasi tidak terbatas bagi nasabah BSI di Lombok, tetapi juga masyarakat di berbagai daerah, bahkan dari luar negeri, yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Sasak.


Menurutnya, Desa Sade memiliki nilai budaya yang penting bagi Indonesia. Karena itu, pemulihannya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, masyarakat setempat, atau BSI.


BSI juga membuka peluang dukungan lanjutan apabila masih terdapat kebutuhan pemulihan yang belum terpenuhi. Melalui keterlibatan lebih banyak pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan beriringan dengan upaya mengembalikan daya tarik wisata Desa Sade.


Dukung Pariwisata Halal Mandalika
Anggoro menambahkan, keterlibatan BSI dalam pemulihan Desa Sade sejalan dengan komitmen perseroan mendukung ekosistem pariwisata halal di Indonesia. Lombok merupakan salah satu destinasi yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata tersebut.


Momentum penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 juga dinilai penting untuk mendorong kebangkitan pariwisata di Lombok Tengah. Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara diharapkan turut membuka peluang bagi Desa Sade untuk kembali menarik kunjungan dan menggerakkan ekonomi warga.
“Kalau Sade bisa segera bangkit, masyarakat juga bisa menikmati potensi dari wisatawan yang datang ke Lombok,” ujarnya.


Selain mendukung pemulihan Desa Sade, BSI turut berpartisipasi dalam penyediaan fasilitas ibadah selama MotoGP Mandalika. Bekerja sama dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), BSI menyiapkan empat titik musala dan mendukung renovasi Masjid Nurul Bilad di kawasan Mandalika.


Dukungan tersebut ditujukan agar masyarakat dan penonton MotoGP dapat beribadah dengan nyaman selama mengikuti kegiatan. Anggoro menegaskan, pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai budaya dan kebutuhan ibadah masyarakat.


Menurutnya, upaya menghidupkan kembali Desa Sade dan penyediaan fasilitas ibadah di Mandalika merupakan bagian dari dukungan BSI terhadap pariwisata yang tidak hanya mendorong kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga kearifan lokal serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


Dengan dukungan ini, BSI berharap pemulihan Desa Sade tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan tradisi, melanjutkan usaha, dan memperoleh manfaat ekonomi dari kebangkitan pariwisata Lombok.(bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO