BerandaNTBMotoGP Mandalika Bukan Pertama Kali, Kemacetan Mestinya Tidak Terulang Kembali

MotoGP Mandalika Bukan Pertama Kali, Kemacetan Mestinya Tidak Terulang Kembali

Mataram (Suara NTB) – Kemacetan arus lalu lintas menuju Sirkuit pada perhelatan MotoGP Mandalika tahun 2026 ini masih terjadi. Antrean kemacetan kendaraan bahkan sampai beberapa kilometer, mulai dari Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL), jalur bypass BIL, Bundaran Songgong, hingga akses menuju area parkir timur sirkuit.

Kondisi tersebut sebelumnya sudah diingatkan dengan tegas oleh anggota Komisi V DPR RI Fraksi NasDem, H. Mori Hanafi, yang meminta jajaran Kementerian Perhubungan di NTB bersama seluruh pihak terkait agar benar- benar memastikan pengaturan lalu lintas, transportasi, parkir, dan akses menuju kawasan Mandalika berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi.

Namun demikian kemacetan yang kembali terjadi pada MotoGP 2026 ini sangat disayangkan Mori. Menurutnya event MotoGP Mandalika bukan lagi event baru. Agenda itu telah berlangsung setiap tahun, sehingga mestinya pelayanan harus terus meningkat, terutama kepada masyarakat, wisatawan domestik, maupun tamu internasional.

“Ini sudah menjadi event tahunan. Artinya kita harus semakin matang. Tamu yang datang bukan hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Mereka harus kita sambut dengan pelayanan yang baik, tertib, aman, dan nyaman,” ujar Mori.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, Kepolisian, pengelola kawasan, operator transportasi, dan seluruh stakeholder.

Rekayasa lalu lintas, jalur kendaraan, titik naik-turun penumpang, shuttle bus, kantong parkir, hingga arus keluar-masuk kawasan Mandalika menurut Mori harus dipersiapkan secara detail dan diinformasikan sejak jauh hari kepada masyarakat.

“Karena kita sudah beberapa kali menjadi tuan rumah, evaluasi tahun-tahun sebelumnya harus benar-benar menjadi dasar perbaikan. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang. Ini sekarang masih kita temukan kemacetan,” katanya.

Ia menilai kesiksesan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari penyelenggaraan balapan di dalam sirkuit. Tetapi juga dari keseluruhan pengalaman pengunjung sejak tiba di NTB.

“Bandara, jalan, penerangan, transportasi, kebersihan, keramahan, sampai pelayanan publik semuanya menjadi satu kesatuan. Kita sedang menerima tamu internasional, jadi wajah NTB dan Indonesia ikut dinilai,” tegasnya.

Mori juga mendorong agar agar seluruh pihak melakukan evaluasi dan koordinasi terpadu sehingga setiap kepadatan, gangguan lalu lintas, maupun persoalan transportasi di lapangan dapat ditangani dengan cepat.

“Yang paling penting adalah sinergi. Jangan ada instansi yang berjalan sendiri-sendiri. MotoGP sudah menjadi agenda tahunan, maka standar pelayanan kita juga harus terus naik dari tahun ke tahun,” tutup Mori.

Pantauan Suara NTB pada saat arus kedatangan penonton di hari puncak gelaran MotoGP Mandalika, Minggu (11/10) pagi. Kemacetan parah melanda jalur utama menuju Sirkuit Internasional Mandalika. Penumpukan kendaraan terjadi di sepanjang Jalan Bypass BIL–Mandalika. (ndi)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO