Mataram (Suara NTB) – Peran guru agama dinilai semakin vital dalam membimbing generasi muda di tengah arus digitalisasi. Organisasi profesi seperti Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kota Mataram, didorong untuk menjadi motor penggerak mutu pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Naufal Aldian menekankan pentingnya organisasi guru yang adaptif terhadap perubahan kurikulum dan teknologi.
“Saya menantang pengurus baru KKG PAI Kota Mataram,untuk berbicara dan mendiskusikan program apa yang bisa dilakukan untuk memberikan kontribusi bagi pendidikan di Kota Mataram,” ujarnya.
Naufal menambahkan, kehadiran KKG PAI harus dirasakan langsung dampaknya melalui peningkatan kompetensi guru berbasis digital. Penguasaan teknologi dinilai krusial untuk menunjang proses pembelajaran dan menghadapi pergeseran pola pendidikan modern.
“Harapannya KKG PAI ini dirasakan kehadiran dan manfaatnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Mataram, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan kompetensi guru berbasis digital,” pungkasnya.
Ketua KKG PAI Kota Mataram, Mustaqim menyatakan komitmennya untuk segera mengeksekusi sejumlah program strategis. Fokus utama diarahkan pada penguatan literasi keagamaan dan pembinaan karakter siswa berbasis akhlak mulia.
Selain itu, profesionalisme tenaga pendidik akan ditingkatkan melalui pelatihan berkala di tingkat gugus dan kecamatan.
“Kami akan segera menjalankan program kerja strategis, terutama penguatan literasi keagamaan, pembinaan karakter berbasis akhlak mulia, serta peningkatan profesionalisme guru,” tegas Mustaqim.
Keberhasilan program ini, lanjutnya, sangat bergantung pada sinergi lintas instansi, terutama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Mataram. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu menyelaraskan kualitas guru PAI dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Pihaknya optimis dapat melahirkan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual siswa.
“Harapan kami, sinergi ini bisa melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang kuat,” pungkasnya. (sib)



