BerandaNTBLOMBOK TENGAHTMMD Ke-130 Resmi Dimulai, Sasar Delapan Desa dan Kelurahan di Loteng

TMMD Ke-130 Resmi Dimulai, Sasar Delapan Desa dan Kelurahan di Loteng

Praya (Suara NTB) – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 tahun 2026 resmi dimulai di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (13/10/2026). TMMD menyasar tujuh desa dan satu kelurahan, TMMD kali ini diharapkan bisa membantu mengatasi persoalan keterbatasan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah yang menjadi sasaran program. Sehingga bisa mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di daerah sasaran.

Untuk mendukung program TMMD, Kodim 1620/Loteng selaku pelaksananya mengerahkan sekitar 150 personel gabungan dari unsur TNI sebagai unsur utama. Dibantu personel kepolisian, pemerintah daerah serta elemen masyarakat lainnya. Kegiatan akan dilaksanakan di Kelurahan Praya dan Desa Bunut Baok Kecamatan Praya, Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur, Desa Muncan Kecamatan Kopang, Desa Sepakek Kecamatan Pringgarata serta Desa Gemel Kecamatan Jonggat dan Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara.

“Keterlibatan banyak unsur dalam program TMMD ini sebagai wujud sinergi dan kolaborasi antara TNI dengan pemerintah dan unsur lainnya dalam mendukung program pembangunan di daerah ini,” sebut Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., usai memimpin upacara pembukaan program TMMD ke 130 di lapangan Jontlak Kecamatan Praya, Selasa (13/10/2026) pagi.

Diakuinya, jumlah sasaran program TMMD memang terbatas, karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan sebagainya. Namun, TMMD adalaah program yang sudah sejak berpuluh-puluh tahun dilaksanakan. Ke depan, Pemkab Loteng berkomitmen untuk terus mendukung program TMMD. Supaya program tersebut bisa terus berjalan. Sehingga desa-desa yang belum tersentuh program TMMD kedepannya bisa menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut.

Pada pelaksanaan TMMD tahun ini, Pemkab Loteng sudah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp1 miliar. Anggaran itu untuk membantu membiayai pembangunan fisik yang sudah masuk dalam perencanaan program. Belum lagi dukungan yang lain.

Biasanya hasil pekerjaan dari TMMD itu lebih besar dari nilai anggaran yang ada, karena TMMD bukan program seperti proyek pada umumnya. “Kehadiran program fisik di TMMD ini kita harapkan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini.

Di tempat yang sama Kasi Ops. Kasrem 162/WBKolonel Inf. Ruben Ratu Rihi menegaskan komitmen jajaran untuk melaksanakaan program TMMD dengan semaksimal mungkin. Sebagai wujud kehadiran TNI sebagai pelayan bagi masyarakat. “TNI akan selaku men-support pembangunan di daerah ini. Sebagai wujud kehadiran negara ditengah masyarakat melaluui TNI,” sebutnya.

Program TMMD sendiri direncanakan digelar hingga 34 hari ke depan. Dengan fokus kegiatan tidak hanya berupa program fisik semata. Seperti pembangunan jalan baru, pembuatan MCK, sumur bor, gorong-gorong dan sebagainya, tetapi juga berupa kegiatan non-fisik. Mulai dari penyuluhan bela negara, mengajar membaca kitab suci dan pengajian bersama, penyuluhan pertanian, hukum hingga narkoba. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO