BerandaBIMABima Aman dari Kabut

Bima Aman dari Kabut

Bima (Suara NTB) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima memastikan wilayah Bima dan Dompu masih aman dari kabut. Fenomena udara kabur atau haze rentan terjadi selama puncak musim kemarau akibat minimnya curah hujan dan kondisi atmosfer yang dapat membuat partikel debu maupun asap bertahan lebih lama di udara.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Moch Syaiful Annas, menjelaskan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, wilayah Bima dan Dompu belum terpantau mengalami kabut asap signifikan. Meski demikian, peta prediksi sebaran partikulat aerosol akibat kebakaran biomassa menunjukkan adanya potensi terdampak kabut asap dalam kategori rendah hingga sedang.

“Fenomena udara kabur atau haze merupakan salah satu kondisi yang rentan terjadi selama puncak musim kemarau,” jelasnya, saat dikonfirmasi pada Kamis (15/10).

Menurutnya, minimnya curah hujan dan fenomena inversi suhu dapat membuat debu serta asap tertahan di dekat permukaan bumi. Dalam kondisi tersebut, partikel di udara dapat bertahan lebih lama sehingga mengurangi kejernihan atmosfer.

Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bima dan sekitarnya juga perlu diwaspadai. Berdasarkan data pemantauan 13 Oktober 2026, terdeteksi 90 titik panas di wilayah Bima dan Dompu. Rinciannya, 75 titik di Kabupaten Bima, 13 titik di Kabupaten Dompu, dan dua titik di Kota Bima.

“Titik panas belum tentu menandakan terjadinya kebakaran secara pasti dan masih memerlukan verifikasi,” terangnya.

Annas mengatakan, kondisi kemarau panjang turut meningkatkan kerawanan kebakaran. Hari tanpa hujan tercatat mencapai 145 hari di wilayah Bima, 142 hari di Dompu, dan 139 hari di Kota Bima. Suhu udara berkisar 25–35 derajat Celsius.

Berdasarkan analisis yang disampaikan BMKG, indeks potensi kebakaran atau Fire Weather Index berada pada kategori sangat tinggi untuk Kabupaten Bima dan Kota Bima, serta kategori tinggi untuk Kabupaten Dompu. Sementara itu, Initial Spread Index berada di kisaran 18 atau kategori sangat tinggi, yang menunjukkan potensi api menyebar dengan cepat apabila terjadi kebakaran.

“Jika muncul percikan api sekecil apa pun, api berpotensi menyebar dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Terkait kualitas udara, BMKG menyebut kondisi di wilayah Bima dan Dompu masih berada dalam kategori sedang. Meski demikian, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membakar lahan, semak, maupun sampah di area terbuka.

Annas menegaskan, kondisi atmosfer dan tingginya kerawanan kebakaran perlu menjadi perhatian bersama, terutama selama musim kemarau. Potensi asap dari kebakaran dapat menambah partikulat di udara, sehingga pencegahan kebakaran menjadi penting untuk menjaga kualitas udara di wilayah Bima dan sekitarnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO