Dompu (Suara NTB) – Dampak kekeringan ekstrem yang melanda Kabupaten Dompu, semakin dirasakan berbagai kalangan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB, juga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Pasalnya, debit air sumur dalam yang menjadi sumber utama pasokan mulai menyusut.
Kepala Lapas Kelas IIB Dompu, M. Syaripuddin Hazri, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan, keterlibatan Lapas dalam membantu masyarakat merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas, tidak terbatas pada warga binaan dan pegawai. Penyaluran bantuan air bersih ke Desa Dorebara dilakukan setelah menerima permintaan bantuan dari masyarakat.
Diketahui, Lapas Dompu memiliki satu unit mobil tangki selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan Lapas. “Selain memenuhi kebutuhan air bersih warga binaan, kami juga menyalurkan bantuan air bersih untuk warga sekitar yang membutuhkan,” katanya, Kamis (15/10).
Menurut Syaripuddin, air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga binaan harus dibeli dengan harga berkisar Rp100 ribu-Rp150 ribu per tangki. Namun, saat ini pasokan air dapat diperoleh secara gratis dari sumur dalam milik BPBD Kabupaten Dompu. “Sehingga kita hanya menyiapkan mobil tangki dan BBM-nya. Untuk air bersihnya, kita ambil gratis dari BPBD Dompu,” jelasnya.
Mobil tangki yang digunakan untuk menyalurkan bantuan tersebut merupakan bantuan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang disalurkan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Di tengah kondisi kekeringan yang semakin meluas, bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran Lapas Dompu juga menjadi bentuk kepedulian antarlembaga dalam membantu warga yang mengalami krisis air bersih.
Meski demikian, Lapas Dompu sendiri tidak luput dari dampak kekeringan. Menyusutnya ketersediaan air pada sumur dalam membuat pasokan tidak lagi mencukupi kebutuhan warga binaan dan pegawai,sehingga harus dibantu dengan pasokan dari luar. “Sumur kita sudah semakin terbatas airnya. Ini sudah berlangsung sepekan ini,” ungkapnya. (ula)



