Mataram (Suara NTB) – Rencana pembangunan pemecah gelombang di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan akhkrnya terealisasi. Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp60 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Widiahning menerangkan rencana pembangunan pemecah gelombang di Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Proposal yang diajukan telah disetujui dan masuk dalam pembangunan prioritas di tahun 2027. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) I Nusa Tenggara akan mengerjakan proyek tersebut dengan alokasi anggaran Rp60 miliar. “Alhamdulillah, kita sudah mengecek anggaran telah masuk di APBN senilai Rp60 miliar,” terang Lale dikonfirmasi pekan kemarin.
Lale mengakui persoalan pantai dan sungai menjadi prioritas yang harus ditangani, sehingga anggaran tetap dialokasika setiap tahun untuk pemeliharaan. Pihaknya mengkhawatirkan apabila tidak ditangani akan menimbulkan bencana banjir. Tumpukan sampah di sungai akan dibawa ke hilir sehingga mengikis dinding saluran.
Ia bersyukur bahwa Kementerian PU memberikan perhatian terhadap pembangunan pemecah gelombang sebagai solusi bagi masyarakat. “Karena masalah di sungai dan pantai masih menjadi PR kita sekarang ini,” katanya.
Alokasi anggaran pembangunan pemecah gelombang dilakukan dua tahap. Pada APBN tahun 2027 dialokasikan Rp60 miliar. Sementara, postur APBN 2028 dialokasikan anggaran Rp80 miliar. Artinya, alokasi anggaran mencapai Rp140 miliar.
Pemerintah pusat kata Lale meminta pembagian pengerjaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Pmkot Mataram saat ini sedang memproses UKL-UPL sebagai kriteria pembangunan pemecah gelombang tersebut. “UPK-UPL sedang berproses,” kata Lale.
Secara teknis belum diketahui berapa panjang pemecah gelombang itu dibangun. Pasalnya kata Lale, desain dan harga satuan dihitung langsung oleh BBWS I Nusa Tenggara.
Ia berharap pembangunan pemecah gelombang bisa menjadi solusi jangka panjang penanganan abrasi di Kota Mataram. (cem)



