Selong (Suara NTB) – TGH. Solah Sukarnawadi terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) periode 2026–2031. Penetapan tersebut merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) II NWDI Lotim yang digelar di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam NWDI, Wanasaba, pada Minggu (18/10/2026).
Musda II mengusung tema “Meneguhkan Khidmah dan Soliditas Organisasi, Menuju NWDI Lombok Timur yang Mandiri, Progresif, dan Berdampak bagi Umat.” Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus upaya memperkuat peran NWDI dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
TGH Solah menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai ketua. Ia mengakui bahwa tanggung jawab tersebut bukanlah tugas yang ringan.
“Walaupun demikian, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian kepada saya untuk mengemban amanah yang lumayan berat ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap ikhtiar manusia pada akhirnya berada dalam ketentuan Allah SWT. Karena itu, amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan kesadaran akan keterbatasan diri, disertai doa, ikhtiar, dan dukungan bersama.
TGH Solah mengutip keteladanan Sayyidina Umar bin Khattab RA ketika menerima amanah sebagai khalifah. Menurutnya, seorang pemimpin perlu menyadari keterbatasan dirinya dan memohon kekuatan kepada Allah SWT agar mampu menjalankan tanggung jawab yang diberikan.
Ketua PD NWDI Lotim: Butuh Kerja Sama Seluruh Jajaran
TGH Solah menegaskan, kemajuan organisasi tidak boleh hanya bertumpu pada sosok ketua. Sebaliknya, keberhasilan NWDI membutuhkan kerja sama seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun budaya kerja kolektif dan kolegial demi mewujudkan program organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan peserta Musda, termasuk dari perwakilan Cabang Montong Gading, merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan pembenahan organisasi.
Ia mengapresiasi berbagai masukan tersebut karena menunjukkan adanya kepedulian dan keseriusan para pengurus dalam memikirkan masa depan NWDI Lotim.
TGH Solah juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi. Setelah penyusunan kepengurusan rampung, ia berharap konsolidasi dapat diperkuat agar koordinasi dan pelaksanaan program NWDI berjalan lebih terarah.
Pentingnya Pengabdian kepada Masyarakat
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah NWDI NTB, Dr. Najmul Akhyar menekankan pentingnya khidmah atau pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu prioritas kepengurusan yang akan datang.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian organisasi, terutama terkait pengelolaan madrasah, penyelesaian persoalan tanah dan wakaf, serta administrasi dan peralihan nama lembaga dari NW menjadi NWDI.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut memerlukan pendampingan dan pelayanan organisasi agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara lebih terkoordinasi.
Ia menegaskan, perubahan nama lembaga menjadi NWDI merupakan bagian dari penyesuaian terhadap identitas dan struktur organisasi yang berlaku. Karena itu, proses tersebut perlu dikawal dengan tetap memperhatikan ketentuan serta kesinambungan administrasi kelembagaan.
Selain pelayanan masyarakat, Najmul menekankan perlunya memperkuat struktur organisasi hingga tingkat cabang dan ranting. Pengurus daerah diharapkan aktif mendorong pembentukan kepengurusan yang belum terbentuk, sekaligus memastikan keberadaan NWDI benar-benar dirasakan masyarakat di wilayah masing-masing.
Ia juga mengingatkan agar perhatian organisasi tidak terlalu terpusat pada persoalan politik. Menurutnya, prioritas saat ini adalah membenahi persoalan internal, memperkuat soliditas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.
Dalam pembagian peran organisasi, ia menjelaskan, pengurus wilayah memiliki fungsi dalam penyusunan aturan, pengawasan, dan pelantikan kepengurusan. Sementara itu, pengurus daerah berada lebih dekat dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam menindaklanjuti persoalan yang dihadapi jamaah dan lembaga pendidikan.
Terpilihnya TGH Solah Sukarnawadi untuk periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal penguatan konsolidasi dan pembenahan organisasi NWDI di Lotim. Dengan mengedepankan kerja sama, penguatan struktur kepengurusan, serta pelayanan kepada masyarakat, kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan tema Musda II ke dalam program kerja yang konkret dan berkelanjutan. (rus)



