PEMERINTAH Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, mencatat nol kasus stunting berdasarkan laporan per Oktober 2026. Capaian tersebut merupakan hasil intervensi yang dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, peningkatan pelayanan posyandu, serta pemberian makanan tambahan (PMT).
Lurah Dasan Agung Baru, Rahmat Fakhrurrozi, mengatakan upaya penanganan stunting dilakukan secara berkelanjutan dengan menggencarkan edukasi kepada masyarakat, meningkatkan pelayanan posyandu, serta menyediakan makanan tambahan bergizi bagi balita.
Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan pihak kelurahan adalah memanfaatkan tanaman kelor sebagai bahan makanan tambahan. Menurut Rahmat, pihaknya menanam sayuran, terutama kelor, untuk mendukung pelaksanaan program PMT di wilayahnya.
“Kita juga di kelurahan kebetulan menanam sayuran, terutama pohon kelor. Jadi, setiap jadwal posyandu itu yang kita bagikan,” ujarnya, Senin (19/10).
Ia menjelaskan, Kelurahan Dasan Agung Baru memiliki empat titik posyandu yang menjadi lokasi pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus pelaksanaan program pemberian makanan tambahan bagi balita.
Menurut Rahmat, penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi dan edukasi. Intervensi langsung juga diperlukan untuk memastikan anak mendapatkan asupan makanan yang teratur dan bergizi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai pola asuh, khususnya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Tantangan kita soal mendampingi orang tuanya supaya memperhatikan pola makan yang teratur dan bergizi,” jelasnya.
Selain melalui program PMT, Pemerintah Kelurahan Dasan Agung Baru juga menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam kegiatan posyandu. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mataram untuk menekan angka stunting di setiap kelurahan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Rahmat menilai, salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi terjadinya stunting adalah masih terbatasnya pemahaman sebagian masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pola asuh dan pengaturan pola makan anak.
Ia berharap capaian nol kasus stunting di wilayahnya dapat dipertahankan melalui kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini, termasuk dengan mengantisipasi risiko kekurangan gizi agar tidak berkembang menjadi masalah gizi yang lebih serius.
Ke depan, pihak kelurahan akan terus mendorong peningkatan intervensi bersama berbagai pihak guna menjaga status gizi anak sekaligus mempertahankan capaian nol kasus stunting di Kelurahan Dasan Agung Baru. (pan)



