Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) KLU akan berupaya memperbarui koleksi buku bacaan pada perpustakaan milik daerah. Langkah tersebut diperlukan untuk mendongkrak angka kunjungan masyarakat baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum.
Kepala DPAD KLU, Drs. Rusdianto, M.Si., melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Doni Tarapi, mengungkapkan animo pengunjung Perpustakaan Daerah mulai meningkat seiring kebutuhan masyarakat terhadap referensi bahan bacaan. Kendati perkembangan teknologi melalui perangkat hand phone sudah sangat cepat, tetapi buku bacaan masih menjadi acuan banyak masyarakat.
DPAD mencatat jumlah pengunjung Perpustakaan hingga akhir September 2026 lalu sebanyak 4.570 orang. Terdiri dari 2.666 pengunjung pelajar, 1.140 orang masyarakat umum, serta 764 orang adalah kalangan mahasiswa. Angka kunjungan bulan September, hanya terpaut sedikit dibandingkan pengunjung bulan Agustus yang mencapai 4.604 orang.
“Jumlah pengunjung yang relatif stabil ini menunjukkan bahwa Perpustakaan Daerah masih menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses bahan bacaan,” ujar Doni, Senin (20/10).
Ia menjelaskan, untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Perpustakaan, pihaknya menggandeng lembaga terkait seperti sekolah-sekolah di bawah naungan Dikbudpora KLU. Penyelenggara sekolah diharapkan menjadikan Perpustakaan Daerah sebagai referensi kunjungan edukatif dimana siswa dapat meminjam beragam variasi buku bacaan pendukung.
Dikatakannya, jumlah kunjungan menjadi salah satu indikator utama dalam melihat perkembangan minat baca masyarakat. Berdasarkan data kunjungan Agustus – September lalu, angka ini menunjukkan animo masyarakat terjaga. Karena pada tingkat pengunjung yang relatif sepi, jumlah pengunjung per bulan bisa mencapai 3 ribu orang.
Kendari demikian, pihaknya belum dapat menyimulkan menyebutkan persentase kenaikan minat baca masyarakat secara keseluruhan. Sebab, pengukuran minat baca tidak cukup hanya mengandalkan data kunjungan perpustakaan, tetapi juga perlu melihat aktivitas membaca di sekolah, penggunaan buku digital, serta indikator literasi lainnya.
Selain kunjungan ke Perpustakaan, DPAD KLU juga menerapkan pelayanan Perpustakaan Keliling. Metode ini cukup diminati mengingat masyarakat memperoleh referensi buku melalui jasa layanan antar oleh armada milik pemerintah.
“Jumlah kunjungan ke Perpustakaan biasanya meningkat pada pertengahan semester dan tahun ajaran baru. Biasanya pengunjung mencapai 5 ribu orang, bahkan lebih,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPAD KLU perlu menyesuaikan koleksi buku yang ada dengan minat masyarakat terhadap referensi buku yang dibutuhkan. Dinas kata dia, berupaya menambah koleksi bacaan agar lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Langkah yang kita lakukan adalah melakukan survei minat masyarakat terhadap buku bacaan. Pendekatan ini sudah diterapkan setidaknya dalam dua atau tiga tahun terakhir,” ujarnya.
Survei minat buku bacaan dilakukan oleh DPAD sebelum buku diadakan. Dengan metode ini, koleksi buku tidak hanya bertambah menurut jumlah, melainkan benar-benar dibutuhkan oleh pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum.
“Kami juga menyasar sekolah untuk mengetahui kebutuhan buku di kalangan siswa,” imbuhnya.
Saat ini, DPAD KLU memiliki koleksi buku bacaan sejumlah 43 ribu eksemplar. Jumlah tersebut masih dalam proses pencocokan melalui kegiatan stock opname, untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan koleksi fisik yang tersedia.
Langkah pembaruan koleksi dinilai penting agar pengunjung tidak terus-menerus menemukan bacaan yang sama. Ketersediaan buku yang relevan dan menarik diharapkan dapat menjaga kebiasaan membaca masyarakat.
Di tengah kemudahan mengakses buku elektronik, Perpustakaan KLU juga menyediakan layanan digital melalui aplikasi e-Pustaka Lombok Utara yang dapat diunduh dan digunakan melalui perangkat Android.
Meski demikian, pemanfaatan layanan digital tersebut belum menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Doni menjelaskan, jumlah kunjungan pada layanan digital terkadang tidak tercatat dalam aktivitas yang stabil, salah satunya karena pengelolaannya melibatkan pihak ketiga dan pembaruan koleksi yang belum selalu mengikuti kebutuhan pembaca. Karena itu, layanan tatap muka tetap menjadi bagian penting dalam strategi memperluas akses bacaan, termasuk melalui mobil perpustakaan keliling yang menjangkau sekolah dan Taman Baca Masyarakat (TBM). (ari)



