Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Muhammad Kaharuddin, mengimbau masyarakat untuk waspada jelang musim penghujan. Musim hujan diprediksi berlangsung cukup singkat sehingga dikhawatirkan menimbulkan potensi hidrometeorologi cukup tinggi.
“Musim hujan nantinya akan lebih basah dari biasanya dengan curah hujannya normal. Biasanya hujan selama 6 bulan, tetapi tahun ini diprediksi diturunkan hanya 3-4 bulan saja,” kata Kepala BMKG Sumbawa, Samriyanto kepada Suara NTB, Selasa (20/10).
Ia berharap Badan Penanggungan Bencana Daerah Kabupaten Sumbawa, untuk segera melakukan mitigasi terhadap potensi bencana yang akan terjadi. Jika tidak dilakukan secara dini, maka potensi kerugian yang akan timbul akan lebih besar.
Masyarakat juga diminta untuk tetap memantau kondisi perkiraan cuaca secara tepat waktu,sehingga antisipasi terjadi saat musim penghujan bisa diminimalisir terutama daerah rawan banjir dan longsor.
“Puncak musim hujan juga diprediksi mundur, biasanya di Januari tetapi bergeser ke bulan Februari- Maret. Sebagian besar malah bulan Maret,” jelasnya.
Dampak dari El Nino juga diprediksi akan terjadi hingga awal tahun 2027,sehingga potensi terjadinya musim kemarau masih terjadi di awal tahun meski sudah mulai turun hujan dengan intensitas normal hingga sedang.
Secara keseluruhan prakiraan awal musim hujan Sumbawa dan Sumbawa Barat tidak berlangsung secara bersamaan, melainkan bertahap dari pertengahan hingga akhir Desember 2026. Hampir seluruh kecamatan di KSB diprakirakan memasuki awal musim hujan secara serentak di dasarian II Desember tanggal 11–20 Desember.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada kemungkinan dampak dari perubahan musim penghujan tersebut untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Khusus di sektor pertanian dan ketahanan pangan akan terjadi penundaan awal musim hujan hingga pertengahan dan akhir Desember,sehingga masyarakat diminta melakukan penyesuaian jadwal tanam untuk menghindari risiko gagal tanam.
Pengelolaan sumber daya air juga harus menjadi atensi bersama. Hal itu sangat penting mengingat durasi musim hujan yang tergolong singkat, pemanenan air hujan dan optimalisasi penampungan air di waduk, embung, serta bendungan harus dimaksimalkan selama periode puncak hujan sekitar bulan Februari–Maret.
“Mitigasi bencana hidrometeorologi juga hal yang sangat penting. Konsentrasi hujan dengan durasi yang relatif pendek meningkatkan potensi curah hujan lebat berdurasi singkat,sehingga yang harus diwaspadai yakni bencana banjir dan tanah longsor,” katanya mengingatkan. (ils)



