PEMERINTAH Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, mencatat penurunan signifikan kasus stunting pada 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus stunting tercatat sebanyak 41 kasus, turun dari 149 kasus pada 2025.
Penurunan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya intervensi yang dilakukan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pihak swasta, serta berbagai program penanganan stunting yang menyasar masyarakat.
Lurah Babakan, Muhammad Agus, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya. Menurut dia, kolaborasi yang terjalin memberikan dampak positif terhadap penurunan jumlah kasus.
“Alhamdulillah, penurunannya sangat signifikan, dari ratusan kasus menjadi 41 kasus,” ujarnya, Rabu (21/10).
Meski demikian, Agus menjelaskan bahwa tidak seluruh data stunting yang tercatat di Kelurahan Babakan merupakan kasus yang berasal dari warga setempat. Sebagian di antaranya diduga berasal dari masyarakat luar wilayah yang memanfaatkan layanan posyandu di Kelurahan Babakan sehingga datanya turut tercatat di wilayah tersebut.
“Dari 41 kasus ini, ada beberapa yang terindikasi bukan warga kami. Masyarakat dari luar wilayah datang ke posyandu sehingga datanya masuk dalam catatan kami,” jelasnya.
Ia menilai, apabila data warga dari luar wilayah tersebut tidak tercatat dalam administrasi puskesmas setempat, jumlah kasus stunting yang tercatat di Kelurahan Babakan kemungkinan lebih rendah dari angka saat ini.
Dalam upaya menekan angka stunting, pihak kelurahan terus memperkuat koordinasi dengan sejumlah OPD, di antaranya Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan, serta melibatkan pihak swasta. Selain itu, dukungan juga dilakukan melalui penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran kelompok 3B sesuai dengan program pemerintah pusat.
Agus menambahkan, pemberian makanan tambahan (PMT) juga dilakukan secara rutin di masing-masing posyandu. Upaya tersebut diperkuat dengan partisipasi sukarela para pegawai kelurahan yang turut memberikan bantuan makanan bagi sasaran penanganan stunting.
“Pemberian makanan dari para pegawai kelurahan dilakukan secara sukarela dan terus kami upayakan,” katanya.
Agus berharap berbagai intervensi yang telah berjalan dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga mampu menekan angka stunting, baik di Kelurahan Babakan maupun di Kota Mataram secara keseluruhan.
Ia juga mengimbau para orang tua dan orang tua asuh untuk berperan aktif dalam memantau tumbuh kembang anak, termasuk memperhatikan pola makan dan pemenuhan kebutuhan gizinya.
Agus optimistis, melalui kerja sama seluruh pihak, 41 kasus yang saat ini tercatat dapat terus ditangani sehingga jumlah kasus stunting di Kelurahan Babakan kembali menurun. “Kami terus berupaya agar jumlah kasus stunting yang ada saat ini bisa ditekan ke depannya,” pungkasnya. (pan)



