Mataram (Suara NTB) – Pembangunan tahap II Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Gajahmada, Kelurahan Jempng Baru, Kecamatan Sekarbela mulai dikerjakan. Rekanan diingatkan untuk memastikan kualitas pekerjaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Wediahning menjelaskan, rekanan mulai mengerjakan perataan tanah yang menjadi lokasi pembangunan Kantor Wali Kota. Sejumlah material juga telah didatangkan, tetapi diminta dilakukan pengaturan untuk memasukan material agar tidak mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas perkantoran. “Logistik yang berat kita minta didatangkan tidak pada siang hari, supaya tidak mengganggu arus kendaraan,” kata Lale.
Proyek strategi daerah dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp180 miliar dikerjakan oleh PT. Damai Indah Utama dengan nilai kontrak Rp170,6 miliar lebih.
Lale mengatakan, rekanan ini telah memiliki pengalaman mengerjakan Kantor Wali Kota tahap I. Artinya, mereka telah mengetahui mekanisme serta prosedur pengerjaan proyek.
Akan tetapi, ia mengingatkan tahapan pengerjaan telah dituangkan dalam dokumen kontrak termasuk syarat umum secara detail masukan,sehingga menjadi sarana pengendali bagi rekanan dan manajemen konstruksi untuk dipedomani. “Semua tahapan detail sudah kita masukan di kontrak,” kata Lale.
Ia juga mengingatkan rekanan agar memperhatikan kualitas pekerjaan. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kantor Perwakilan Provinsi NTB,ditemukan pekerjaan kurang volume dan kesalahan perhitungan. Hal ini tidak boleh terulang kembali sehingga rekanan harus bekerja secara detail.
Di satu sisi, Lale menambahkan pembangunan Kantor Wali Kota dikerjakan menggunakan skema tahun jamak. Pihaknya mengupayakan menganalisa fluktuasi harga sehingga perlu diproteksi. Kecuali kenaikan harga signfikan terhadap semen mencapai Rp100 ribu per sak. Pihaknya telah mengkonsultasikan ke Badan Pusat Statistik bahwa gejolak harga semen sifatnya sementara. “Gejolak harga semen ini juga terjadi tahun sebelumnya, tetapi harganya kembali normal,” kata Lale.
Perhitungan detail harga material lanjutnya, berpengaruh terhadap keterlambatan proses tender. Ketelitian serta kehati-hatian dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Lale berharap proyek strategis daerah bisa berjalan lancar sehingga tuntas sesuai target. (cem)



