Giri Menang (Suara NTB) – Tujuh siswa SMPN 1 Narmada Kabupaten Lombok Barat meraih prestasi membanggakan pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo Antar Pelajar 2026 se Nusa Tenggara Barat (NTB) di GOR 17 Desember Mataram, 16-18 Oktober 2026.
Kepala SMPN 1 Narmada Aendi, S.Pd., Kamis, 22 Oktober 2026 menyebut tujuh siswa yang mengharumkan nama sekolah itu adalah Danisha Faiha Hariman, Kelas 7.9 dan Natasya Afifa Ardian, Kelas 7.8 meraih Juara 1 pada Kategori Pertandingan Poomsae Team Cadet Putri.
Juara 1 juga diraih Maesya Harti Putri, Kelas 7.5 pada kategori Kyorugi Cadet Putri U47 Kg. Begitu juga Baiq Ulfatun Mauizzah Thamim, Kelas 9.6 pada kategori Kyorugi Junior Putri U42 Kg. Sementara Candra Putri Rahmayadi, Kelas 7.7 meraih Juara 2 pada kategori Kyorugi Cadet Putri U37 Kg dan Muhammad Ghaly Arsyadani meraih Juara 2 pada kategori Kyorugi Cadet Putra U42 Kg. “Ada juga Zaqeiyla Irwana, juara 1 kyorugi,” terangnya.
Aendi menyebut prestasi yang diraih ini membuktikan pelatihan yang dilakukan selama ini oleh Pelatih Taekwondo SMPN 1 Narmada Denny Hariman Febriyandi sudah berjalan baik. Bahkan, siswa dan siswi yang mengikuti kejuaraan, baik di tingkat Lombok Barat hingga kejuaraan provinsi berhasil menjadi juara.
Sebelumnya Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB H. Mohan Roliskana secara resmi membuka Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar yang diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai daerah di NTB.
Kejuaraan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 ini menjadi momentum penting bagi Kota Mataram untuk memperkuat perannya sebagai pusat kegiatan olahraga sekaligus ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda daerah.
Bagi Mohan, kehadiran ribuan peserta bukan semata-mata gambaran besarnya animo masyarakat terhadap olahraga bela diri. Lebih dari itu, jumlah peserta tersebut menunjukkan adanya potensi besar yang perlu dirawat melalui pembinaan serius, kompetisi berkelanjutan, dan dukungan semua pihak.
Sebagai Wali Kota Mataram, dirinya menyambut baik penyelenggaraan kejuaraan ini. Kehadiran ribuan atlet pelajar menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bahwa NTB memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan.
“Kita ingin Mataram menjadi ruang yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk bertumbuh, berkompetisi, dan meraih prestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, olahraga memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Di dalamnya terdapat pendidikan tentang kedisiplinan, penghormatan terhadap aturan, pengendalian diri, serta keberanian menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun masa depan.
Karena itu, Mohan berharap kejuaraan ini tidak berhenti sebagai agenda pertandingan, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sejak usia pelajar. Kompetisi harus mampu menjadi ruang evaluasi bagi atlet dan pelatih sekaligus membuka jalan bagi bibit-bibit potensial untuk melangkah ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.(r)



