BerandaNTBLOMBOK BARAT95 Dusun Krisis Air, DKPKP Lobar Salurkan Bantuan kepada Ribuan KK

95 Dusun Krisis Air, DKPKP Lobar Salurkan Bantuan kepada Ribuan KK

Giri Menang (Suara NTB) – Ribuan Kepala Keluarga (KK) yang rawan krisis pangan akibat kekeringan di Lombok Barat (Lobar) diberikan bantuan beras oleh Pemkab melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Lobar. Sementara ini, sebanyak lima desa yang terdampak kekeringan disasar bantuan tersebut dan menyusul beberapa desa lainnya.


Bantuan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga selama musim paceklik akibat kekeringan. Kepala DKPKP Lobar, H. Afgan Kusumanegara mengatakan, pihaknya menerima sejumlah permohonan bantuan pangan berupa beras dari beberapa desa yang bersurat langsung ke Wakil Bupati (Wabup) Lobar. Kemudian Wabup mendisposisikan kepada dinas untuk ditindaklanjuti.


Pihaknya pun mengecek di peta kerawanan pangan untuk memastikan desa-desa yang mengusulkan itu masuk dalam peta kerawanan tersebut. Jika daerah itu masuk peta kerawanan pangan, pihaknya langsung menyalurkan bantuan sesuai dengan jumlah KK dalam surat permohonan tersebut.


“Ada beberapa desa yang sudah kami berikan bantuan antara lain Desa Kuripan Selatan, Desa Kuripan Utara, Sekotong Tengah, Desa Kuripan, dan Desa Giri Sasak,”sebut Afgan, Jumat (23/10/2026).


Desa Kuripan Selatan disasar sebanyak 321 KK dengan bantuan beras 1.284 kilogram. Desa Kuripan Utara sebanyak 2.000 kilogram menyasar 500 KK. Desa Sekotong Tengah disalurkan sebanyak 1.168 kilogram kepada 292 KK.


Kemudian, Desa Kuripan menyasar 300 KK dengan bantuan beras 1.500 kilogram. Dan Desa Giri Sasak menyasar 205 KK dengan bantuan beras 1.025 kilogram. “Total KK sebanyak 1.618 KK dan bantuan beras 6.977 kilogram,” sebutnya.


Beberapa usulan dari desa yang masuk belakangan akan menyusul direalisasikan. Daerah-daerah yang mengajukan permohonan tetapi tidak masuk dalam peta kerawanan pangan akan dicek dulu oleh tim DKPKP ke lokasi sebelum direalisasikan bantuan berasnya. Langkah ini untuk memastikan kondisi faktual lapangan.


Masing-masing KK diberikan sebanyak 5 kilogram, disesuaikan dengan kemampuan cadangan pangan atau beras yang dimiliki Pemkab. Cadangan beras yang dimiliki Pemkab saat ini tersisa 60 ton sampai akhir tahun. Stok ini untuk mengantisipasi kemungkinan bencana yang terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun depan. Termasuk nelayan yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk.


Ia menambahkan, dampak kekeringan ini berpengaruh terhadap kerawanan pangan daerah. Pihaknya pun sejak awal menyampaikan agar petani menanam tanaman yang cepat panen seperti sawi dan cabai yang tidak butuh waktu lama masa panen.


Sementara itu, berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Pemkab di BPBD yang disampaikan melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Toni Hidayat, tujuh kecamatan yang dilanda kekeringan yakni Sekotong, Lembar, Gerung Kuripan, Gunungsari, Batulayar, dan Lingsar. Jumlah desa terdampak 26 desa dan 95 dusun. “Total KK yang terdampak 1.427 KK dengan 44.093 jiwa,” sebut Toni.


Melihat fenomena cuaca yang belum juga turun hujan, pihaknya pun telah mengusulkan perpanjangan tanggap darurat bencana kedua kalinya ke Wabup Lobar. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO