BerandaNTBKOTA MATARAMPaving Block Bersifat Sementara

Paving Block Bersifat Sementara

PEMERINTAH Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, menanggapi keluhan sejumlah warga terkait penambalan jalan menggunakan paving block setelah penggalian untuk pemasangan jaringan pipa Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di sejumlah titik lingkungan.

Lurah Tanjung Karang Permai, Nanai Nurkomala, menjelaskan bahwa penambalan jalan menggunakan paving block tersebut hanya bersifat sementara. Langkah itu dilakukan untuk memudahkan pembongkaran kembali apabila ditemukan kendala selama proses uji coba jaringan pipa. Setelah dipastikan tidak ada kebocoran atau kendala lainnya, pihak kontraktor akan mengembalikan kondisi jalan seperti semula dengan pengaspalan.

“Setelah nanti dilakukan uji coba dan dipastikan tidak ada kebocoran pada jaringan pipa, baru kemudian jalan akan dikembalikan seperti semula dengan pengaspalan,” ujar Nanai, Minggu (25/10).

Ia menjelaskan, jika jalan langsung diaspal saat proses uji coba kelayakan jaringan pipa masih berlangsung, permukaan jalan berpotensi kembali dibongkar apabila ditemukan kebocoran. Kondisi tersebut akan menambah waktu pengerjaan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, kontraktor memilih menggunakan paving block sebagai penutup sementara. Dengan cara tersebut, pembongkaran dapat dilakukan lebih mudah apabila ditemukan kendala pada saluran pipa, sehingga pekerjaan tidak perlu dilakukan berulang kali dengan proses yang lebih rumit.

Nanai menuturkan, berbagai potensi kendala dan persoalan yang mungkin timbul selama pelaksanaan proyek SPALD-T telah disampaikan kepada masyarakat melalui sosialisasi sebelum pekerjaan penggalian dimulai. Sosialisasi tersebut dilakukan oleh pihak kontraktor yang mengerjakan proyek.

“Namun, mungkin ada miskomunikasi. Saat sosialisasi berlangsung, ada masyarakat yang tidak bisa hadir sehingga informasi tersebut tidak tersampaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengaspalan secara bertahap dalam skala kecil juga dinilai kurang efektif mengingat penggalian jaringan pipa dilakukan dalam bentang yang cukup panjang. Oleh karena itu, kontraktor akan menunggu hingga seluruh pekerjaan penggalian dan pengujian jaringan selesai serta dipastikan tidak ada kendala sebelum melakukan pengaspalan secara permanen.

Menurut Nanai, hampir seluruh lingkungan di Kelurahan Tanjung Karang Permai terdampak pekerjaan penggalian jaringan pipa SPALD-T. Meski demikian, pihak kontraktor telah membangun komunikasi dengan masyarakat guna meminimalkan kesalahpahaman selama proyek berlangsung.

Selain itu, pelaksanaan proyek tersebut juga telah mengantongi rekomendasi teknis terkait penggunaan jalan, mulai dari jalan lingkungan, jalan kota, hingga jalan nasional.

Nanai menegaskan, peran pemerintah kelurahan dalam pelaksanaan proyek tersebut adalah menjembatani komunikasi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik serta keluhan warga dapat ditindaklanjuti. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO