Praya (Suara NTB) – Sebanyak 83 sapi terbaik dari berbagai peternakan di Pulau Lombok mengikuti kontes sapi se-Pulau Lombok yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng), Minggu (25/10/2026). Dalam kontes sapi yang baru pertama kali digelar ini, sapi bernama Samalas dengan bobot badan mencapai 1,08 ton terpilih jadi juara.
Sapi milik peternak asal Jelantik, Arif Purna Aji tersebut menjadi satu dari tiga sapi dengan bobot di atas satu ton yang mengikuti kontes sapi yang diselenggarakan di Pasar Hewan Barabali Kecamatan Batukliang, Loteng tersebut.

Dalam kontes kali ini, Dinas Pertanian Loteng selaku penyelenggara membuka lima kelas kontes. Mulai dari kategori pedet (anak) jantan dan betina. Kemudian kategori poil 1 dan non poil serta kategori ekstrem.
“Khusus untuk kategori ekstrem itu yang jadi penilaian utamanya yakni bobot sapinya. Sedangkan kategori lain, masih mempertimbangan kodisi kesehatan dan bentuk badan sapi,” terang Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin, S.P., kepada awak media, Minggu (25/10/2026) siang.
Ajang tersebut pun mendapat perhatian masyarakat luas. Terbukti dengan banyaknya masyarakat yang hadir untuk menyaksikan langsung sapi-sapi dengan bobot luar biasa tersebut. Untuk menjaga independensi dalam proses penilai, pihaknya melibatkan ahli peternakan dari Provinsi NTB serta pakar dari Universitas Mataram (Unram).

Melihat sukses event yang diselenggarakan sebagai rangkaian dari perayaan Hari Jadi ke-81 Loteng tersebut, Pemkab Loteng berencanakan menjadikan event tersebut sebagai event tetap tahunan. Bahkan ke depan, cakupan kepesertaannya akan diperluas. Tidak hanya dari Pulau Lombok saja, tetapi juga dari Pulau Sumbawa.
Kepada awak media, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., mengatakan keberadaan event tersebut bukan semata-mata hanya soal kontes saja. Tetapi lebih dari itu, event tersebut bisa menjadi wahana silaturahmi para peternak di daerah ini.
Selama ajang berlangsung para peternak bisa saling berbagi informasi tentang berbagai hal, khususnya tentang peternakan. Diharapkan dari situ bisa terjadi tranformasi pengetahuan antar peternak yang bisa memberi manfaat bagi pengembangan sector peternakan di daerah ini ke depannya.
“Tidak kalah penting dari kontes ini, kita ingin membangkitkan semangat beternak di tengah masyarakat di daerah ini,” ujarnya.

Bahwa beternak juga bisa memberikan manfaat ekonomi yang besar, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, tekun, dan disiplin. Dari harga satu satu ekor sapi saja bisa sampai Rp100 juta lebih.
“Selama ini beternak sering dipandang kurang menjanjikan secara ekonomi oleh masyarakat. Nah, melalui kontes ini kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa beternak juga bisa memberikan manfaat ekonomi yang besar,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir/*)



