BerandaPENDIDIKANPilih Tiadakan Siswa Tinggal Kelas

Pilih Tiadakan Siswa Tinggal Kelas

Mataram (Suara NTB) – Kebijakan siswa tidak naik kelas di jenjang pendidikan dasar menjadi perhatian sekolah dalam menjaga keberlanjutan proses belajar. Sejumlah sekolah menerapkan untuk menggunakan skema tersebut. Namun, SDN 76 Mataram memilih pendekatan pembinaan dengan tidak memberlakukan siswa tinggal kelas.

Kepala SDN 76 Mataram, Muhammad Hamdi mengatakan, kebijakan remedial bertujuan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya tanpa mengabaikan capaian belajar. Siswa yang belum mencapai target pembelajaran tetap mendapatkan pendampingan,agar mampu memperbaiki pemahaman terhadap materi pelajaran.

Menurut Hamdi, kenaikan kelas bukan berarti siswa terbebas dari kewajiban meningkatkan kemampuan akademik. Sekolah tetap melakukan evaluasi dan memberikan program remedial bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.

“Sebagai bagian dari kebijakan ini, kami juga menginisiasi pemanggilan orang tua murid ke sekolah. Kami memberikan arahan agar anak mendapatkan pendampingan tambahan seperti mengikuti kegiatan les untuk meningkatkan kemampuan akademiknya,” ujar Hamdi.

Kebijakan meniadakan siswa tinggal kelas menempatkan pembinaan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Siswa yang belum menguasai materi tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir, tetapi juga diberikan kesempatan memperbaiki kemampuan melalui pembelajaran tambahan.

Program remedial menjadi salah satu langkah yang ditempuh sekolah untuk membantu siswa mengejar ketertinggalan materi. Dengan pendampingan yang sesuai kebutuhan, siswa diharapkan lebih siap mengikuti pembelajaran di kelas berikutnya.

Hamdi menegaskan, kebijakan tidak naik kelas tidak berarti sekolah mengesampingkan kualitas pendidikan. Evaluasi tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa, sedangkan remedial menjadi sarana memperkuat pemahaman terhadap materi yang belum dikuasai.

Sekolah juga melibatkan orang tua melalui pemanggilan dan pemberian arahan terkait pendampingan belajar di rumah. Apabila diperlukan, siswa dapat mengikuti les tambahan untuk memperkuat kemampuan akademiknya.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat kebijakan kenaikan kelas di SDN 76 Mataram tidak hanya berorientasi pada perpindahan jenjang. Tetapi juga mendorong perbaikan proses belajar secara berkelanjutan.

Selain remedial kata Hamdi, keterlibatan orang tua menjadi perhatian utama. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada guru di sekolah. Pendampingan keluarga juga dibutuhkan agar perkembangan belajar siswa dapat terpantau dengan baik.

Guru memiliki peran dalam menyampaikan materi, membimbing siswa, dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Sementara itu, orang tua diharapkan turut mengawasi kegiatan belajar anak di rumah serta memberikan dukungan ketika anak mengalami kesulitan.

Menurut Hamdi, kerja sama antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan kenaikan kelas. Tanpa keterlibatan orang tua, upaya guru dalam memperbaiki kemampuan akademik siswa berpotensi tidak berjalan maksimal.

Karena itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua perlu terus diperkuat. Melalui koordinasi tersebut, kesulitan belajar siswa dapat diketahui lebih awal sehingga sekolah dan keluarga bisa menentukan bentuk pendampingan yang sesuai.

“Kebijakan siswa tidak tinggal kelas menjadi tanggung jawab bersama. Kami di sekolah menyediakan pembinaan dan remedial, sedangkan orang tua diharapkan memastikan anak tetap mendapatkan dukungan belajar di rumah,” tuturnya.

Hamdi berharap pendekatan pembinaan yang diterapkan sekolah dapat membantu siswa menjalani proses pendidikan dengan lebih percaya diri. Kesulitan belajar perlu direspons melalui pendampingan dan evaluasi, sehingga siswa tetap memiliki kesempatan memperbaiki kemampuan akademiknya.

Meski tidak memberlakukan siswa tinggal kelas, pihaknya tetap menaruh perhatian pada kualitas pembelajaran. Program remedial, evaluasi perkembangan siswa, dan komunikasi dengan orang tua menjadi bagian dari upaya sekolah menjaga proses belajar tetap berjalan.

Hamdi optimis, keterlibatan keluarga dapat memperkuat upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa. Dengan dukungan yang konsisten, siswa diharapkan mampu mengikuti pembelajaran di kelas berikutnya dengan pemahaman materi yang lebih baik. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO