Dompu (Suara NTB) -Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar Salat Istisqa di Lapangan Kandai Dua, Senin (26/10) pagi. Pasalnya,kekeringan ekstrem yang telah berlangsung selama 150 hari tanpa hujan.
Pemerintah bersama masyarakat memohon pertolongan Allah SWT, agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Salat Istisqa dipimpin Ustadz H. Lalu Syarifuddin, SQ., sedangkan khutbah disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu, Drs. H. Mokh. Nasuhi, M.Si. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual di tengah kondisi kekeringan yang kian menjadi perhatian masyarakat.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., dalam sambutannya mengatakan, kekeringan yang dirasakan masyarakat menjadi perhatian bersama. Pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin pemerintah dan masyarakat untuk memohon pertolongan serta rahmat Allah SWT.
Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperbanyak doa, memohon ampun, dan melakukan introspeksi diri. Karena manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai kondisi alam, sehingga doa harus disertai ikhtiar nyata.
“Melalui Salat Istisqa ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di Kabupaten Dompu. Kita berharap hujan yang turun nantinya membawa keberkahan, manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain ikhtiar spiritual, Bupati menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Semangat gotong royong dan perhatian seluruh elemen daerah perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat menghadapi kondisi kekeringan secara bersama-sama.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Dompu, H. Mokh. Nasuhi, dalam khutbahnya mengajak jamaah menjadikan musibah kekeringan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki diri. “Salat Istisqa merupakan ikhtiar kita sebagai hamba untuk memohon kepada Allah SWT. Di tengah kekeringan yang kita rasakan, mari memperbanyak doa, istighfar, introspeksi diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama,” pesannya.
Ia menjelaskan, Salat Istisqa tidak sekadar menjadi sarana memohon turunnya hujan, tetapi juga mengandung pesan agar manusia menyadari ketergantungannya kepada Allah SWT. Hujan merupakan rahmat yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup. (ula)



