BerandaHEADLINETertinggi Kedua Nasional

Tertinggi Kedua Nasional


KASUS katarak di NTB menempati posisi kedua nasional. Berdasarkan data Rapid Assessment of Avoidable Blindness/RAAB, tingkat penderita katarak di NTB mencapai 4 persen. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengungkapkan terdapat sekitar 15 ribu kasus katarak yang ditangani selama kurun waktu satu tahun terakhir.


Kepala Dikes NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan paparan langsung sinar ultraviolet dan usia menjadi salah satu pemicu penyakit mata ini. Dari segi medis, penyakit ini disebabkan adanya penumpukan protein pada lensa mata seiring bertambahnya usia menimbulkan katarak. Radiasi sinar matahari mempercepat proses tersebut hingga membuat penglihatan kabur seperti berasap.


“Jika katarak sudah terjadi, tindakan operasi menjadi satu-satunya solusi medis. Melalui teknologi modern yang kami adopsi saat ini, proses operasi katarak dapat berlangsung cepat, yakni hanya berkisar 10 hingga 15 menit,” ujarnya Selasa, 27 Oktober 2026.


Salah satu upaya untuk menghindari katarak, yaitu dengan menggunakan topi dan kaca mata hitam di luar ruangan. Khususnya untuk masyarakat yang bekerja di lapangan. Untuk terus menekan angka katarak di NTB, Pemprov NTB, katanya terus mengintervensi penanganan katarak secara masif, termasuk menjalin kerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) serta lembaga donor Fred Hollows Foundation.


“Selain katarak pada orang dewasa dan petani yang mengganggu produktivitas mata pencaharian, gangguan penglihatan akibat radiasi gawai atau gadget juga mulai merambah ke anak-anak usia TK dan SD,” katanya.


Ia menekankan, kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas belajar dan prestasi anak. Sebagai langkah penanganan dini (early detection), pemerintah telah melatih para guru, kader kesehatan, hingga tenaga medis puskesmas untuk melakukan tes tajam penglihatan.


Ia mengimbau, bagi warga yang mengalami gangguan penglihatan non-katarak, pemerintah memberikan solusi berupa penyediaan kacamata melalui program Vision Center.


Saat ini, fasilitas Vision Center telah hadir di 15 lokasi se-NTB termasuk di Lombok Utara (KLU), Lombok Timur, dan hampir seluruh kabupaten/kota salah satunya Puskesmas Bagu di Lombok Tengah sebagai percontohan utama.
Warga dapat memanfaatkan layanan skrining hingga akses kacamata di Vision Center ini secara lintas wilayah administratif selama mendaftarkan diri dan berstatus sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO