Giri Menang (Suara NTB) – Banjir kembali melanda sejumlah Dusun di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar) pada Rabu (28/10/2026). Sebelumnya banjir juga terjadi Minggu malam (25/10/2026) lalu. Banjir berasal dari saluran yang meluap akibat tersumbat sampah kiriman dari daerah hulu.
Warga mendesak penanganan serius dari pemerintah baik Pemkab hingga desa agar daerah wisata itu tidak lagi menjadi langganan banjir. Pasalnya, banjir menjadi kejadian yang nyaris rutin terjadi di desa wisata yang dikenal dengan produk gerabahnya tersebut.
Kepala Dusun Kerangkeng, M. Saprullah, menyampaikan banjir lagi-lagi terjadi di wilayah setempat. “Lagi banjir ini di Banyumulek,” keluhnya.
Dalam kejadian itu, sejumlah dusun tergenang. Bahkan lebih parah dibanding sebelumnya. Untungnya, masyarakat turun gotong royong membersihkan saluran yang bersumbat sampah. Ia berharap dari pihak Pemdes maupun Pemkab belum ada upaya nyata menyelesaikan persoalan banjir ini.
Kiriman air dan sampah yang yang menyumbat itu berasal dari daerah hulu mulai dari Kediri, Rumak dan Lelede. Air mengalir ke saluran irigasi yang dipenuhi sampah hingga air pun meluap. Warga masyarakat berharap agar penanganan sampah dan sungai menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang terus menerus.
Genangan banjir setinggi betis tersebut menggenangi jalan raya hingga masuk ke pekarangan rumah penduduk. Warga pun sangat terganggu, terutama pengendara yang melewati jalan tersebut.
Sementara itu Kepala Desa Banyumulek, Jamiludin mengaku, Banyumulek menghadapi persoalan sampah kiriman dari wilayah hulu. Limbah rumah tangga yang terbawa aliran air menumpuk dan membusuk di saluran irigasi.
Warga sebenarnya tidak tinggal diam dan rutin menggelar kerja bakti mandiri. Namun, armada pengangkut milik desa kewalahan menghadapi volume sampah yang terus mengalir dari arah hulu.
Begitu pula Pemdes, telah menangani melalui Dana Desa (DD) untuk operasional pengangkutan sampah ke TPA. Tetapi persoalan pelik dihadapi, pemangkasan DD yang mengakibatkan pengurangan drastis untuk operasional penanganan sampah.
Pihaknya juga telah melayangkan surat permohonan bantuan darurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas PU Lobar untuk penanganan di beberapa Dusun seperti Dusun Kerangkeng hingga Dusun Karang Pande. (her)



