BerandaHEADLINEBuku “Two Islands One Thread: Lombok and Bali Textiles From the Michael...

Buku “Two Islands One Thread: Lombok and Bali Textiles From the Michael Abbott Collections’’ Diluncurkan

Mataram (Suara NTB) – Buku “Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles from the Michael Abbott Collections” diluncurkan di Bale KITA, Kompleks Islamic Center, Kota Mataram, Kamis (29/10). Peluncuran buku ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya diluncurkan di Art Gallery Shout Australia (AGSA), Adelaide, Australia, Sabtu, 12 September 2026 lalu.


Peluncuran buku yang digagas Museum Negeri NTB ini dihadiri penulis buku Michael Abbott, Dr. James Bennett, Konsul Jenderal Australia di Denpasar Jo Stevens. Hadir juga Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal, Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhammad Ihwan, Kepala Museum Negeri NTB Dr. Ahmad Nuralam.


Dalam laporannya, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam menjelaskan, jika peluncuran buku ini adalah simbol, jika kebudayaan itu tidak hanya berbicara tentang satu daerah atau status. Tapi kebudayaan itu adalah tentang kemanusiaan dan peradaban manusia.


‘’Dan kita sangat bersyukur bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa Indonesia dengan Australia yang sebenarnya bertetangga yang mungkin dulunya bertetangga dari halaman belakang. Sekarang bertetangga sudah berhadap-hadapan. Dan alhamdulillah ini menunjukkan bahwa relasi kita sangat baik dengan tetangga kita,’’ ujarnya.


Dijelaskannya, pemilihan Bale KITA sebagai lokasi peluncuran buku merupakan usulan dari Ketua Dekranasda NTB yang ingin mengkomparasi, jika kebudayaan, ekonomi kreatif, UMKM itu bisa bersinergi dalam satu tempat. ‘’Dan itu sudah dibuktikan dengan pelaksanaan di Bale KITA dan saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di Bale KITA yang telah mensupport kegiatan ini yang sangat bagus,’’ tambahnya.


Selain itu, peluncuran buku ini merupakan sebuah pembuktian jika NTB pada zaman dahulu adalah merupakan silang budaya atau tempat orang bersinggah untuk melakukan perdagangan internasional. Hal ini bisa dilihat dari peninggalan budaya atau hasil karya yang masih tersimpan hingga saat ini. ‘’Kita saat ini telah membuktikan itu bahwa kita (NTB, red) bukan objek dari perdagangan internasional. Diplomasi kebudayaan itu bukan objek, tapi kita adalah subjek,’’ terangnya.


Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi mendalam kepada kolektor internasional Michael Abbott atas dedikasi jangka panjangnya dalam menelusuri, merawat, dan mendokumentasikan jejak sejarah tekstil daerah. Keterlibatan sang kolektor dinilai meniadi iembatan strategis untuk memperkenalkan mahakarya peradaban NTB ke kancah global.


“Beliau berasal dari Australia tetapi sudah mengoleksi dan mempelajari tentang kekhasan dari tenunan Lombok selama beberapa tahun terakhir ini. Atas dukungan dari penenun dan pemerhati budaya, beliau mengumpulkan berbagai catatan yang dituangkan dalam sebuah buku yang menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.


Momentum peluncuran ini, tambahnya, sekaligus menjadi napak tilas berharga bagi jajaran Pemerintah Provinsi NTB. Pada bulan sebelumnya, delegasi resmi NTB bahkan telah menyaksikan langsung peluncuran perdana buku tersebut di Adelaide, Australia.


“Di sana kita melihat seiumlah tenunan kita vang berusia berabad-abad masih terpelihara dan diiaga dengan baik Semoga benang kebudayaan yang menghubungkan Lombok, Bali, dan Australia terus terialin kuat, memperluas persahabatan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang,” lanjutnya.


Sementara itu, International Collector of Indonesian Textiles sekaliqus Founder of The Abbott Collections, Michael Abbott AO KC, menvoroti minimnya literatur akademis yang secara spesifik mengkaji tekstil tradisional Lombok. la menegaskan buku setebal 140 halaman yang sarat ilustrasi historis ini didedikasikan khusus untuk mengangkat narasi autentik dari para perajin dan pewarna lokal.


“Aspek penting mengenai isi dari buku ini adalah keresahan bersama bahwa khazanah budava tekstil di Lombok kurang sekali diteliti. Waktunva sekarang voices from the global south, suara-suara dari lokal yang perlu didokumentasikan, dan saya juga ingin memberikan beasiswa selama 6 minggu kepada salah satu staf dari NTB untuk belajar tata kelola permuseuman di Australia,” jelas Michael Abbott.


Dukungan serupa disampaikan oleh Konsulat Jenderal Australia untuk Bali dan Nusa Tenggara, Jo Stevens. la memandang dokumentasi sejarah ini sebagai pintu masuk krusial bagi penguatan hubungan bilateral melalui jalur pendidikan, kebudayaan, dan pelestarian warisan leluhur.


“Buku ini merupakan ikhtiar bersama yang bisa mendekatkan dua bangsa. Saya berharap buku ini akan dapat menginspirasi lebih banyak lagi pertukaran informasi antara museum kita, peneliti kita, dan komunitas yang lebih luas di masa yang akan datang,” pujinya.


Di tengah upaya mendokumentasikan khazanah tekstil ke dalam panggung literatur global, Pemprov NTB juga bergerak cepat memagari perlindungan hukum kekayaan intelektual para perajin lokal agar terhindar dari klaim pihak luar. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, memaparkan progres signifikan pendaftaran Hak Kekavaan Intelektual (HAKI) wastra di berbagai kabupaten/kota.


“Terkait dengan HAKI di NTB, Lombok Tengah sebagian besar sudah. Sumbawa kemarin hampir mendaftarkan 51 motifnva yang sedang dalam proses, sedangkan Bima dan Dompu sudah ada. Lombok Barat sedang dalam proses karena ada kemiripannya dengan provinsi lain seperti Bali, sehingga kementerian harus memilah satu per satu,” terangnya.


Sinta menegaskan bahwa proses inventarisas dan legalitas ini berialan terintegrasi dengan menggandeng instansi vertikal terkait, guna memastikan setiap motif wastra dan produk kriya terlindungi secara utuh.


“Terkait tim pendamping HAKI, setiap apa yang mau kita lakukan terkait dengan hukum kami didampingi oleh teman-teman dari Kemenkumham. Hasil keria sama yang kuat ini terbukti, seperti Ketak dan Cukli, kita mendapat penghargaan sebagai Kriya Berpotensi Nomor Satu,” tegasnya. (ham/era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO