Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram akan menggelar “job fair” pada, 9-10 Desember 2026. Perusahaan diharapkan memberikan kesempatan bagi pencari kerja, agar mengurangi masyarakat bekerja menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H.Lalu Alwan Basri menerangkan, pelaksanaan job fair hampir delapan tahun tidak pernah digelar di Kota Mataram. Kegiatan ini kembali digelar dengan harapan perusahaan mengakomodir pencari kerja yang semakin meningkat setiap tahunnya. Meskipun jumlah lowongan pekerjaan relatif minim. “Alhamdulillah, belum ada keluhan dari warga Kota Mataram terkait lapangan pekerjaan,” kata Sekda, Kamis (29/10).
Alwan menegaskan pelaksanaan job fair harus ramah bagi seluruh pencari pekerja. Artinya, kegiatan ini harus terbuka luas bagi masyarakat dari luar Kota Mataram.
Menurutnya, proses rekrutmen tidak saja diprioritaskan bagi warga yang belum bekerja melainkan juga bagi warga yang telah bekerja tetapi ingin meningkatkan kesejahteraan.
“Jadi jangan dibatasi. Orang yang sudah bekerja tetapi ingin meningkatkan penghasilan juga harus diakomodir,” ujarnya.
Orang nomor satu di ASN Kota Mataram berharapkan, kegiatan ini harus mampu menekan atau mengurangi warga Mataram bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Ida Wayan Putra Ekantara menambahkan, pihaknya telah mengundang perusahaan dianggap berkompeten dan memiliki kualifikasi yang bagus di Kota Mataram, untuk mengikuti job fair dijadwalkan digelar 9-10 Desember 2026.
Ia bersyukur 24 perusahaan menyanggupi membuka lowongan pekerjaan, sehingga menjadi peluang bagi pencari kerja. “Kita sudah bersurat ke 100 perusahaan dan 24 diantaranya menyanggupi membuka lowongan kerja,” kata Putra.
Skema pelaksanaan job fair melalui offline dan online. Artinya, pencari kerja bisa langsung datang ke stan perusahaan yang membutuhkan pekerja atau mendaftar melalui dalam jaringan alias online.
Putra menegaskan, kegiatan ini diharapkan memberikan ruang bagi mantan PMI sehingga tidak lagi bekerja ke luar negeri. “Kita berharap mantan PMI bisa juga daftar,” harap Putra.
Mantan Sekretaris Inspektorat berharap pelibatan dunia industi dan dunia usaha ini, dapat menekan angka pengangguran mencapai 11 ribu jiwa. Meskipun diakui, terjadi ketimpangan atau ketidaksesuaian antara lulusan dengan posisi yang dibutuhkan perusahaan, sehingga mengakibatkan pencari kerja tidak bisa diakomodir oleh perusahaan. “Kami harus mengakui masih terjadi link and match antara lulusan dan kebutuhan perusahaan, ” demikian kata Putra. (cem)



