Praya (Suara NTB) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 87 desa di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah sukses digelar dengan berbagai dinamika di dalamnya. Hal itu dianggap wajar dalam sebuah proses demokrasi. Namun yang paling penting bagaimana masyarakat menyikapi hasil pilkades dengan lapang dada.
Bagi pihak yang menang, hendaknya tidak perlu euforia yang berlebihan. Begitu juga sebaliknya, bagi pihak yang belum terpilih tetap menghormati hasil secara bijak dan tidak melakukan tindakan yang bisa mencederai proses demokrasi itu sendiri.
“Namanya kontestasi pasti ada yang kalah, ada yang memang. Yang menang jangan terlalu euforia berlebihan yang bisa menyinggung pihak lain. Begitu yang bagi yang kalah, harus dewasa menerima hasil yang ada,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, H. Lalu Ramdan, S.Ag., kepada Suara NTB, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, Pilkades digelar untuk memilih pemimpin di tingkat desa. Maka harusnya dijalankan dengan penuh riang gembira. Siapa pun yang terpilih itulah yang terbaik bagi masyarakat dan desa tersebut.
Jika kemudian ada yang merasa terjadi pelanggaran, ada jalur-jalur yang bisa ditempuh. Tidak malah melakukan tindakan-tindakan yang justru bisa merugikan orang. Apalagi sampai melakukan perusakan terhadap fasilitas umum.
“Kita sayangkan sampai ada warga yang melakukan tindakan perusakan. Harapan kita masyarakat harus tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenaraanya,” imbuh politisi Partai Gerindra ini.
Terkait pelaksanaan pilkades secara umum, Ramdan memberikan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian ke depan. Salah satunya soal data pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di pilkades yang banyak diduga kurang valid. Di mana masih ada ditemukan pemilih yang tidak masuk DPT.
Kemudian ada pemilih yang tidak mendapat surat panggilan memilih, padahal namanya masuk dalam DPT. “Soal data pemilih ini kedepan perlu menjadi perhatian serius agar benar-benar dibenahi. Supaya tidak memicu persoalan dilapangan,” ujarnya.
Terlebih tahun depan juga direncanakan akan ada pilkades serentak lagi. Maka persiapan harus dilakukan dengan matang. Apa yang jadi catatan pada pelaksanaan pilkades tahun ini hendaknya jadi bahan pembelajaran dan evaluasi ke depannya.
“Tapi secara keseluruhan pelaksanaan pilkades serentak tahun ini sudah berjalan lancr. Dan, kita aperesiasi kepada DPMD serta panitia pilkades yang telah menggelar pilkades dengan sukses. Karena untuk menggelar pilkades itu butuh energy sangat besar. Risikonya juga besar,” tandas anggota DPRD Loteng dapil Pujut-Praya Timur ini. (kir)



