BerandaNTBKOTA BIMAIGA Award 2026, Pemkot Bima Matangkan Dua Inovasi Unggulan

IGA Award 2026, Pemkot Bima Matangkan Dua Inovasi Unggulan

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima mematangkan persiapan presentasi dua inovasi unggulan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026. Pasalnya, Kota Bima masuk daftar nominator Regional Maluku-Nusa Tenggara dan dijadwalkan mengikuti presentasi di hadapan tim penilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Rabu (4/11).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, Muhammad Hasyim mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan materi persentasi untuk menghadapi penilaian IGA Award 2026. Persiapan dilakukan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pemantapan materi berlangsung sejak Sabtu (31/10) hingga Minggu (1/11).

Dua inovasi yang akan dipresentasikan terdiri atas satu inovasi digital dan satu inovasi non-digital. Inovasi tersebut harus memenuhi persyaratan pelaporan dan registrasi pada aplikasi Indeks Inovasi Daerah Kemendagri serta sesuai dengan tema penilaian yang ditetapkan.

Dalam proses persiapan, Pemkot Bima mendalami sejumlah aspek yang menjadi pertimbangan penilaian, mulai dari kebaruan inovasi, manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan, kolaborasi, hingga keberlanjutan program.

“OPD yang inovasinya berpotensi terpilih sebagai inovasi unggulan akan dilibatkan untuk mematangkan aspek-aspek strategis dalam dokumen inovasi, termasuk kebaruan, kemanfaatan, implementasi, kolaborasi, serta keberlanjutan inovasi,” ujarnya, Sabtu (31/10).

Materi presentasi juga mencakup strategi penguatan ekosistem inovasi daerah, manajemen inovasi, komitmen kepala daerah, serta kesesuaian inovasi dengan persoalan strategis daerah. Dampak dan manfaat inovasi bagi masyarakat turut menjadi bagian yang akan dipaparkan.

Tema penilaian inovasi unggulan meliputi pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penurunan pengangguran atau pengentasan kemiskinan. Selain tema wajib tersebut, terdapat tema pilihan dari urusan pelayanan dasar, antara lain pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum dan penataan ruang, serta perumahan dan kawasan permukiman.

“Materi presentasi Kepala Daerah mencakup strategi penguatan ekosistem inovasi daerah serta penerapan dua inovasi unggulan, yakni satu inovasi digital dan satu inovasi non-digital,” sebutnya.

Berdasarkan jadwal Kemendagri, presentasi nominator IGA 2026 dilaksanakan secara daring pada 3–5 November. Kota Bima mendapat jadwal pada pukul 14.33 hingga 15.03 WITA.

Pemaparan dibatasi maksimal 15 menit dan dilanjutkan sesi tanya jawab selama 15 menit. Materi presentasi juga dibatasi maksimal 10 slide.

“Materi presentasi juga akan menguraikan komitmen Kepala Daerah, manajerial inovasi, kesesuaian inovasi dengan isu strategis daerah, strategi keberlanjutan, serta dampak dan manfaat inovasi bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemkot Bima memanfaatkan waktu persiapan untuk berkoordinasi dan mendalami materi bersama pimpinan OPD pengampu urusan wajib pelayanan dasar. Proses tersebut diarahkan untuk memastikan inovasi yang diajukan memenuhi ketentuan penilaian IGA 2026.

“Tema inovasi unggulan terdiri atas tema wajib yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penurunan pengangguran atau pengentasan kemiskinan, serta tema pilihan dari urusan pemerintahan pelayanan dasar,” tandasnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO