BerandaNTBLOMBOK TIMURBupati Lotim Minta Atlet Serius Persiapkan Diri Menuju PON 2028

Bupati Lotim Minta Atlet Serius Persiapkan Diri Menuju PON 2028

Selong (Suara NTB) – Klub Pumice Stone Kotaraja berhasil keluar sebagai juara pertama Liga 3 PSSI Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 2026 setelah menaklukkan PS Benyer dalam pertandingan puncak yang berlangsung sengit di Lapangan Rinjani Kotaraja, Senin (2/11/2026). Kemenangan tersebut sekaligus menutup rangkaian kompetisi yang diikuti 115 klub sepak bola di Lotim.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, yang hadir sekaligus menutup kompetisi tersebut, mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Liga 3 PSSI. Menurutnya, kesuksesan turnamen tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari panitia, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat.

“Sore hari ini kita dapat menutup Liga 3 PSSI di Lombok Timur yang diikuti oleh 115 klub. Ini menandakan bahwa apa yang sudah kita lakukan berjalan dengan baik dan sukses. Tentu, kesuksesan ini berkat kerja sama kita semua,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, kompetisi sepak bola tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, liga harus menjadi sarana pembinaan olahraga, hiburan sehat bagi masyarakat, sekaligus peluang untuk menggerakkan perekonomian lokal.

Bupati secara khusus mengingatkan agar tingginya antusiasme penonton dalam setiap pertandingan sepak bola turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Setiap kita melakukan liga sepak bola, selalu diikuti oleh masyarakat yang banyak. Jangan lupa membeli produk UMKM kita supaya perekonomian kita berjalan,” ajaknya.

Menurutnya, keramaian dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk lokal. Dengan demikian, kegiatan olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Target PON 2028, Atlet Diminta Lebih Disiplin

Di balik keberhasilan penyelenggaraan Liga 3, Bupati juga menaruh perhatian pada persiapan atlet Lombok Timur menghadapi agenda olahraga nasional, khususnya Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia meminta para pemain yang selama ini menjadi andalan daerah agar tidak berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Persiapan harus dilakukan sejak dini melalui latihan teratur, pengaturan pola makan, serta kesungguhan dalam meningkatkan kualitas permainan.

“Oleh karena itu, kepada seluruh pemain yang sudah kita anggap andal, dari sekarang harus tetap menjaga bagaimana latihan, menjaga pola makanan, dan menyikapi latihan-latihan yang bagus sehingga kita bisa menjadi pemain-pemain yang berhasil,” pesan Haerul Warisin.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi dalam kompetisi lokal perlu ditindaklanjuti dengan pembinaan yang lebih terarah. Potensi pemain harus dikembangkan melalui latihan berkelanjutan, kedisiplinan, serta dukungan terhadap kebutuhan atlet agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Bupati juga mengapresiasi kemampuan insan olahraga Lombok Timur yang dapat menyelenggarakan kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tingkat lokal dalam bulan yang sama. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya semangat dan kapasitas untuk terus mengembangkan sepak bola daerah.

PSSI Lotim: Sepak Bola Daerah Mulai Diperhitungkan

Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Yusri, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Liga 3 PSSI 2026.

Ia secara khusus mengapresiasi kerja keras panitia, Pemerintah Desa Kotaraja, para donatur, dan masyarakat setempat yang memberikan dukungan selama kompetisi berlangsung.

“Kami dari Askab PSSI Lombok Timur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan panitia yang sangat luar biasa, Pemdes Kotaraja, para donatur, dan seluruh warga Desa Kotaraja yang telah memberikan support dan bantuan sehingga Liga 3 ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Yusri menegaskan, sinergi antara Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lombok Timur, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan modal penting untuk membangun sepak bola yang lebih maju dan berprestasi.

“Inshaallah, jika bekerja sama dengan baik, maka sepak bola Lombok Timur pasti lebih baik,” tegasnya.

Ia menyebutkan, sepak bola Lombok Timur kini mulai menunjukkan perkembangan dan prestasi yang semakin diperhitungkan. Jika sebelumnya tim dari daerah ini kerap dipandang sebelah mata oleh kabupaten lain, kini Lombok Timur mampu mencatatkan sejumlah pencapaian membanggakan.

“Dulu kita diremehkan oleh kabupaten-kabupaten lain, tapi alhamdulillah kita banyak menorehkan juara,” ungkapnya.

Yusri juga mengingatkan keberhasilan Lombok Timur mewakili NTB dalam kompetisi tingkat nasional di Jawa, serta capaian medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Kita mewakili NTB di tingkat nasional di Jawa, dan pada Porprov alhamdulillah kita juga mendapat juara 1 medali emas. Seiring bangkitnya Timnas Indonesia, Lombok Timur juga ikut bangkit,” tambahnya.

Keberhasilan Pumice Stone Kotaraja meraih gelar juara Liga 3 PSSI Lombok Timur 2026 diharapkan menjadi pemantik semangat bagi klub-klub lain untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan kompetisi. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi yang lahir dari liga lokal dapat berkembang menjadi prestasi yang konsisten di tingkat provinsi maupun nasional.

Turut hadir dalam penutupan kompetisi tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pelaksana Tugas Kepala Desa Kotaraja, serta jajaran pengurus Askab PSSI Lotim. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO