Dompu (Suara NTB) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Dompu mulai mengatur jadwal penggunaan air bagi warga binaan. Langkah ini dilakukan untuk menghemat persediaan air sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga binaan. Pasalnya, 529 warga binaan terdampak kekeringan.
Kepala Lapas Kelas IIB Dompu, M. Syaripuddin Hazri, A.Md.IP., S.H., M.H., kepada Suara NTB, Senin (2/11) mengatakan, penurunan debit air sumur akibat kemarau ekstrem membuatnya harus melakukan pengaturan penggunaan air.
Dampaknya, Lapas Dompu sebelumnya harus mendatangkan pasokan air dari luar menggunakan mobil tangki. Air tersebut diambil dari sumur milik BPBD Kabupaten Dompu untuk memenuhi kebutuhan warga binaan “Alhamdulillah, beberapa hari ini kami sudah tidak lagi memasukkan air menggunakan mobil tangki. Kami mulai mengatur jadwal penggunaan airnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pengaturan penggunaan air menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan agar ketersediaan air yang terbatas bisa dimanfaatkan secara efektif. Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Dompu mencapai 529 orang.
Ia menjelaskan, seluruh warga binaan tetap harus mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar mulai dari makan, minum hingga kebutuhan mandi dan mencuci. Karena itu, keterbatasan air tidak bisa dibiarkan tanpa langkah penanganan.
Di tengah kondisi kemarau ekstrem yang belum berakhir, pihaknya berharap hujan segera turun sehingga debit sumber air kembali meningkat dan kebutuhan air di lingkungan Lapas Dompu dapat terpenuhi secara normal. “Semoga segera turun hujan,” harapnya. (ula)



