Mataram (Suara NTB) – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) NTB mendukung rencana pemerintah menambah dermaga di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, dan Pelabuhan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Penambahan dermaga juga dinilai mendesak untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah armada kapal sekaligus mengatasi antrean kendaraan yang kerap terjadi.
Ketua Gapasdap NTB, Iskandar, mengatakan penambahan dermaga akan mempercepat proses bongkar muat kapal sehingga pelayanan penyeberangan Kayangan-Pototano menjadi lebih optimal.
Menurutnya, kondisi dermaga yang tersedia saat ini belum mampu mengimbangi peningkatan aktivitas penyeberangan. Dengan jumlah armada yang semakin banyak, frekuensi pergerakan kapal juga meningkat, sementara kapasitas pelayanan dermaga masih terbatas.
“Sebagai operator, kami sangat mendukung dan mengapresiasi jika pemerintah mengusulkan penambahan dermaga. Ini akan membantu mempercepat pelayanan, baik proses bongkar maupun muat kapal,” ujarnya.
Iskandar menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 28 kapal yang melayani lintasan Kayangan-Pototano, dengan 26 kapal beroperasi. Setiap kapal membutuhkan waktu sekitar 35 menit untuk proses sandar, bongkar, dan muat.
Waktu tersebut belum termasuk kebutuhan operasional lainnya, seperti pengisian bahan bakar maupun penyesuaian pelayanan akibat kondisi cuaca. Situasi ini semakin berpengaruh ketika terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan pada periode tertentu, seperti angkutan Lebaran.
Akibatnya, antrean kendaraan tidak jarang mengular karena kapasitas dermaga yang tersedia belum mampu mengakomodasi peningkatan arus penyeberangan.
“Pada kondisi tertentu, antrean sering terjadi. Dengan kondisi dua dermaga yang ada saat ini, kapasitas pelayanan belum cukup untuk mengimbangi pergerakan kapal,” jelasnya.
Gapasdap berharap penambahan dermaga dapat segera direalisasikan. Iskandar menyebut pembangunan dermaga juga dapat melibatkan pihak swasta, sebagaimana peluang yang selama ini telah terbuka bagi investor untuk membangun dermaga maupun fasilitas pelengsengan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ervan Anwar, membenarkan usulan penambahan dermaga tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Menurutnya, rencana penambahan fasilitas penyeberangan tersebut telah mendapat respons dari pihak terkait. Bahkan, ASDP disebut telah menyatakan kesiapan untuk membangun dermaga. “ASDP sudah siap membangun,” ungkapnya. Ervan menyebutkan, rencana tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. (bul)



