BerandaNTBLOMBOK BARATTak Terpangaruh Isu, Wabup Umi Nurul Tegas Tidak Mau Batalkan Pelantikan Sekda...

Tak Terpangaruh Isu, Wabup Umi Nurul Tegas Tidak Mau Batalkan Pelantikan Sekda Lobar Definitif

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) dalam hal ini Wakil Bupati (Wabup) Lobar, Hj. Nurul Adha tetap menjadwalkan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif pada Rabu (4/11/2026). Kendati ada isu sejumlah aktivis memprotes dan meminta pelantikan Sekda tersebut dibatalkan.

Sementara ucapan selamat kepada salah satu calon Sekda Lobar sudah ramai beredar di Media Sosial (medsos). Meski Wabp Lobar Hj. Nurul Adha masih merahasiakan nama calon Sekda yang akan dilantik, sejumlah masyarakat maupun organisasi masyarakat (Ormas) sudah santer mengucapkan selamat kepada H. Fauzan Husniadi. Salah satu ucapan selamat itu disampaikan langsung PC NU Lobar.

Menangapi itu, Wabup Lobar Hj. Nurul Adha menegaska tidak akan membatalkan hasil seleksi terbuka (Selter) Sekda tersebut. Bahkan Wabup menegaskan proses Selter itu sudah sesuai ketentuan regulasi dan aturan yang mengatur.

“Permintaan atau tuntutan yang saya anggap tidak masuk akal. Saya tidak akan membatalkan pelantikan sekda,” ujar Wabup Umi Nurul, sapan Wabup Lobar, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (3/11/2026).

Umi Nurul cukup menyayangkan adanya pihak-pihak yang meminta agar proses ini dibatalkan hanya karena dasar kecurigaan semata. Padahal selter Sekda telah dijalankan melalui prosedur yang sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk perizinan tertulis ke Kemendagri.

Sebagai pelaksana tugas dan wewenang Bupati, Umi Nurul menegaskan bahwa dirinya bertugas melanjutkan proses Selter itu yang sebelumnya berjalan sejak Bupati non-aktif dan sempat tertunda kemudian dilanjutkan kembali atas persetuan teknis (Pertek) Kemendagri.

Menurutnya seluruh proses itupun dilakukan sesuai tahapan Pansel hingga ketentuan peraturan perundang-undangan. “Prosesnya tidak sebentar, dari Selter itu sudah keluar tiga nama, dan dari awal saya sampaikan kepada tim Pansel tidak intervensi hasil Selter sampai tiga besar. Siapapun itu saya akan pilih dari tiga besar itu,” jelasnya.

Tak hanya itu, satu nama yang dipilih Wabup hasil Selter itu bahkan sudah dikonsultasikan kepada Gubernur untuk selanjutnya diusulkan ke Kemendagri. Hingga usulan izin pelantikan dipegang Pemda dari Kemendagri maupun BKN diterima beserta Surat Keputusan (SK) pelantikan.

“Panjang Prosesnya, tidak sederhana. hanya karena kecurigaan-kecurigaan berbagai macam, kemudian meminta untun dibatalkan. Membatalkan ini artinya melanggar hukum, proses yang sudah dijalankan sesuai ketentuan hukum,” imbuhnya.

Memilih satu dari tiga besar nama tersebut dikatakan Umi menjadi hak prerogatif kepala daerah. Ia pun tidak asal memilih namun melalui sesi wawancara mendalam yang dilakukannya kepada tiga besar nama hasil Selter tersebut. Terkait isu yang berkembang terhadap salah satu calon yang diduga memiliki catatan kinerja, Umi Nurul menilai pihaknya tidak bisa hanya menilai dari Hanya kecurigaan yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Terkait berbagai ucapan selamat pelantikan H. Fauzan Husniadi menjadi sekda dari berbagai organisasi masyarakat hingga pejabat, Umi Nurul nampaknya tidak ingin menutupi lagi. Namun secara khusus Umi Nurul menaruh harapan besar kepada Sekda terpilih itu untuk membantunya dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Lobar.

Komitmen integritas juga disanggupi Sekda, jika enam bulan menjabat tidak sanggup menanganai, maka akan mundur dari jabatannya. “Beliau sudah menyatakan siap dan ikhlas jika harus mundur siap jika enam bulan itu tidak sanggup membantu PR daerah,” pungkasnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO