Mataram (Suara NTB) – Produksi padi dan jagung di Provinsi NTB diperkirakan meningkat pada 2026. Ditopang oleh bertambahnya luas panen kedua komoditas pangan strategis tersebut.
Berdasarkan angka sementara hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026, produksi padi NTB diperkirakan mencapai 1,73 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 18,52 ribu ton atau 1,08 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 1,71 juta ton GKG.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Dr. Wahyudin, menyampaikan peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas panen padi. Pada 2026, luas panen diperkirakan mencapai 326,67 ribu hektare, naik 3,77 ribu hektare atau 1,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 322,90 ribu hektare.
Peningkatan produksi padi itu turut berdampak pada ketersediaan beras untuk konsumsi penduduk. Produksi beras NTB pada 2026 diperkirakan mencapai 983,69 ribu ton, bertambah 10,55 ribu ton atau 1,08 persen dibandingkan 2025 sebanyak 973,14 ribu ton.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas jagung. Luas panen jagung pipilan pada 2026 diperkirakan mencapai 180,76 ribu hektare, meningkat 7,67 ribu hektare atau 4,43 persen dibandingkan 2025 yang sebesar 173,09 ribu hektare.
Seiring bertambahnya luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen diperkirakan mencapai 1,25 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 73,61 ribu ton atau 6,26 persen dibandingkan produksi 2025 yang mencapai 1,18 juta ton.
Data sementara ini menunjukkan produksi jagung mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan padi, baik dari sisi luas panen maupun volume produksi.
Peningkatan produksi kedua komoditas ini menjadi perkembangan positif bagi sektor pertanian NTB. Bertambahnya luas panen dan produksi padi memperkuat potensi ketersediaan pangan, sementara kenaikan produksi jagung turut memperbesar pasokan komoditas yang menjadi salah satu penopang sektor pertanian daerah. Meski demikian, seluruh angka produksi dan luas panen 2026 tersebut masih berstatus sementara berdasarkan hasil KSA amatan September 2026. (bul)



