Mataram (Suara NTB) – Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso menyampaikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Kamis (5/11). Mahasiswa diperkenalkan program Campuspreneur sehingga diharapkan mampu menjadi eksportir.
Mendag Busan mengatakan, Campuspreneur akan menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa yang ingin membangun karir di dunia usaha. Mereka tidak hanya akan dibentuk sebagai pengusaha biasa, tetapi juga menjadi eksportir produk lokal. Produk tersebut akan didorong mengisi pasar dalam negeri.
“Kita ingin mengajari anak-anak kita para mahasiswa ini menjadi entrepreneur. Salah satunya menjadi eksportir,” ujarnya.
Skema program ini telah disiapkan. Pelatihan tentang mekanisme eksportir akan diajarkan dengan strategi dari hulu ke hilir.
“Kita buat pelatihan eksportirnya, kemudian standarisasi prosesnya, pengemasan sampai mencarikan buyer,” jelas Ketua Umum DPW PAN NTB itu.
Saat ini, Kemendag telah bekerja sama dengan lebih dari 27 kampus di Indonesia. Pelatihan terkait strategi dunia usaha pun telah dilakukan. Kemendag juga turut mengajak mahasiswa yang ikut serta dalam pelatihan ini ke event Trade Expo Indonesia. Gelaran tersebut diikuti oleh 20 lebih kampus di Indonesia. Produk dari mahasiswa dan UMKM di kampus ikut dipamerkan. “Transaksi dari kegiatan itu mencapai 24,5 juta dolar amerika,” sebutnya.
Ia menegaskan, program kewirausahaan ini tidak akan mengganggu proses perkuliahan. Akan tetapi, manajemen penerapan program dengan proses pembelajaran yang perlu ditata agar tidak saling tabrakan.
Busan menegaskan, Campuspreneur ini bukan semata-mata hanya program pelatihan, tetapi merupakan upaya pemerintah untuk terus membuka peluang bagi produk lokal di pasar dalam dan luar negeri.
“Jadi kedepan kita akan terus bagaimana produk-produk ini semakin bagus,sehingga harapan kita di Trade Expo tahun 2026 transaksi untuk Campuspreneur semakin besar dan semakin banyak kampus yang bisa ekspor, terutama untuk mahasiswa ini,” pungkasnya. (sib)



