Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) kekurangan armada pengangkut sampah. Dari 38 unit armada berbagai jenis, belum ideal untuk menangani wilayah 10 kecamatan di daerah ini. Itupun tidak semua alat bagus, banyak yang kondisinya rusak dan ngadat. Hal ini menjadi salah satu kendala tersendiri dalam hal penanganan sampah di wilayah setempat.
Namum demikian, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada untuk menangani sampah dengan daerah yang begitu luas.
Plt Kepala DLH Lobar Lalu Najamudin yang dikonfirmasi, Kamis, 12 Juni 2025 menyebutkan, jumlah kendaraan sampah terdiri dari Amrol sebanyak 9 unit, dua unit kondisinya rusak. Dump truck sebanyak 15 unit, 1 unit rusak. Kendaraan pick up, dari lima unit, dua unit di antaranya rusak. Kendaraan roda tiga delapan unit, lima unit atau sebagian besar besar rusak ditambah ada mesin loder dua unit.
Meski di tengah keterbatasan armada, tim DLH berupaya maksimal di lapangan dengan membagi jadwal pengangkutan sampah. Seperti penggunaan dump truck sampah, satu titik seperti di pasar Gunungsari membutuhkan dua rit atau dua kendaraan. Sisa delapan dump truck dibagi per wilayah untuk pengangkutan sampah.
Bicara kebutuhan ideal pengangkutan sampah di Lobar, pihaknya membutuhkan 20 unit kendaraan sampah dalam kondisi bagus untuk pelayanan maksimal di masing-masing kecamatan. Sehingga dua unit dump truck bisa melayani masing-masing wilayah (kecamatan). Saat ini jumlah armada dump truck yang dimiliki 15 unit, rusak 1 unit. Kemudian Amrol 9 unit, rusak berat 2 unit. Kendaraan pick up 3 unit, rusak berat 2 unit. “Roda tiga 8 unit, tapi rusak berat 5 unit,” sebutnya.
Pihaknya juga butuh tambahan alat Loder. Karena tidak mungkin mengangkat tumpukan sampah secara manual tanpa alat Loder. “Kita punya Loder cuma dua, kalau dipakai di Gunungsari, lalu Narmada minta satu, dan Keru minta satu, kan ini terbatas armada kita ini. Belum lagi memindahkan alat ini,”jelasnya.
Ia berharap ke depan dengan komitmen besar Bupati Lobar dalam penanganan sampah. Rencananya akan ditambah armada dump truck sebanyak empat unit pada APBD tahun ini.
Pihaknya rencananya akan mengusulkan tambahan satu satu loder, agar bisa dibagi per wilayah Utara dan Selatan. Misalnya untuk wilayah Utara, mencakup Gunungsari dan Batulayar, kemudian wilayah tengah Narmada Lingsar dan selatan mencakup wilayah Labuapi, Kediri dan Gerung serta lainnya. (her)

