Giri Menang (Suara NTB) – Realisasi pajak di Lombok Barat (Lobar) tembus Rp66,8 miliar atau sekitar 25 persen. Capaian ini diklaim lebih tinggi dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk menggenjot pajak daerah ini, dibutuhkan kolaborasi semua OPD. Salah satunya dengan memperbanyak event agar tamu yang menginap kian ramai.
Kepala Bapenda Lobar, Lalu Agha Farabi, ST.,M.Si., pada Rabu (29/4/2026) mengatakan, sampai dengan saat ini realisasi pajak lumayan tinggi. Sektor yang paling tinggi menyetor PAD yakni dari PBJT (Pajak atas barang dan jasa tertentu), terdiri makanan (restoran), hotel, hiburan, parkir, tenaga listrik.
Capaian pajak ini diupayakan terus maksimal agar lebih tinggi dibanding sebelumnya. Mengingat target pajak sendiri naik tahun ini hingga Rp50 miliar. Kenaikan dari Rp210 miliar tahun lalu menjadi Rp262 miliar. Capaian pajak ini di luar PBB yang belum dipungut Pemkab, lantaran SPPT baru dicetak. Rencananya SPPT ini akan disebar awal bulan Mei. Dengan begitu, ditargetkan pajak PBB mulai masuk ditarik pada bulan depan. “Awal bulan mei kita sudah mulai,” terangnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Lobar, H. Jumahir mengatakan pihaknya telah menyampaikan pada eksekutif bahwa salah satu upaya untuk mendongkrak PAD dengan memperbanyak event. Tahun ini, ada 32 event di Lobar. Tetapi itu harus terkoneksi dengan kunjungan kapal pesiar sebanyak 26 kali tahun ini. “Harapan kami berkolaborasi dengan event yang ada,” tegasnya.
Ia juga mendorong dukungan masyarakat lokal dalam kegiatan yang digagas oleh Pemkab. Sehingga bukan hanya pengusaha besar seperti hotel, tetapi UMKM lokal bisa mendapatkan efek. Untuk itu ia mendorong agar event yang digagas Pemkab seperti car free night diperluas ke kecamatan lain, tidak saja di Gerung. “Untuk itu kami dorong Pemkab memperluas car free night ini ke daerah lain, untuk meningkatkan ekonomi lokal,” imbuhnya. (her)

