Mataram (Suara NTB) – Museum Negeri NTB segera memulangkan delapan koleksi yang dipamerkan pada pameran internasional Islamic Arts Biennale yang digelar di kawasan terminal Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Koleksi milik Museum Negeri NTB ini sudah dipamerkan sejak tanggal 25 Januari 2025 hingga sekarang.
Namun, pada tanggal 15 Juni 2025, Museum Negeri NTB akan mengirim dua kurir untuk memulangkan koleksi yang sedang dipamerkan ini. ‘’Kurir ini punya waktu seminggu untuk mengepak. Dan setelah serah terima barang, mereka akan mengawal koleksi benda itu ke Indonesia,’’ ujar Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, S.H., M.H., pada Suara NTB, Kamis, 12 Juni 2025.
Nantinya setelah dikemas dan dikirim dari Arab Saudi, koleksi milik Museum Negeri NTB ini akan dikirim kembali ke Indonesia langsung ke Jakarta untuk diperiksa oleh pihak kepabeanan dan pihak Imigrasi.
Diakuinya, keikutsertaan Museum Negeri NTB pada agenda di pameran Internasional Islamic Arts Biennale yang digelar di kawasan terminal Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah cukup memberikan kesan terhadap para pengunjung. Bahkan, beberapa waktu lalu, Tim KJRI Jeddah dan Media Center Haji (MCH) mendapat akses khusus untuk meliput Biennale Jeddah—ajang seni internasional dua tahunan yang menampilkan karya dari berbagai negara.
Di Gallery 3 Al Madar, koleksi budaya Indonesia seperti wayang kulit, keris, batik, hingga manuskrip kuno tampil memukau. Koleksi ini dipinjamkan langsung oleh Perpusnas RI, Museum NTB, dan Museum Sonobudoyo.
Pada pameran Internasional Islamic Arts Biennale ini, tambahnya, Indonesia tidak hanya diwakili Museum Negeri NTB, namun juga koleksi Museum Sonobudoyo di Yogyakarta dan Perpustakaan Nasional di Jakarta juga ikut dipamerkan. Untuk itu, pihaknya mengharapkan para tim KJRI dan MCH yang sudah mengunjungi stand milik Indonesia di event ini bisa datang ke NTB melihat koleksi yang ada di Museum Negeri NTB. Selain itu, bisa menikmati objek wisata, baik yang ada di Pulau Lombok atau Pulau Sumbawa.
Untuk diketahui, pada event Pameran Internasional Islamic Arts Biennale ini, Museum Negeri NTB memamerkan koleksi yang dimiliki, seperti keris, cipo’ cila (jilbab khas perempuan Sumbawa), kitab Tajul Muluk hingga peralatan makan sirih yang merupakan warisan dari suku Sasak, Samawa dan Mbojo.
Diakuinya, koleksi Museum Negeri NTB pertama kalinya dipamerkan di luar negeri. Pihaknya berharap pada tahun-tahun berikutnya, koleksi Museum Negeri NTB akan kembali dipamerkan, tidak hanya di Arab Saudi, tapi di negara lainnya. ‘’Ini bagian dari promosi kita. Bagian dari promosi budaya Nusa Tenggara Barat, karena yang kita tampilkan benda dan budaya dari Nusa Tenggara Barat, sehingga budaya kita terpromosikan,’’ terangnya.
Pameran internasional ini diselenggarakan Diriyah Biennale Foundation dan disponsori bertema ‘’The Art of Number menampilkan kekayaan dan keberagaman budaya Islam melalui lembaga-lembaga dari berbagai negara.
Indonesia terpilih sebagai perwakilan Asia Tenggara dari 20 negara. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran Islamic Arts Biennale diwakili oleh tiga museum, yakni Museum NTB di Kota Mataram, Museum Sonobudoyo di Yogyakarta, dan Perpustakaan Nasional di Jakarta. (ham)


