Mataram (Suara NTB) – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan sedikitnya 100 pelatih dan pemandu koperasi guna mendukung penguatan kelembagaan dalam program nasional Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Meski petunjuk teknis program tersebut masih dalam tahap finalisasi di tingkat pusat, Dekopinwil NTB menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif.
“Kami masih menunggu arahan resmi dari pusat. Tapi prinsipnya, karena ini sudah jadi program pemerintah, Dekopin akan ikut membantu menyukseskan,” kata Ketua Dekopinwil NTB, Bambang Parmadi, usai menghadiri Rapimnas Dekopin pada akhir Mei lalu.
Menurut Bambang, pembentukan koperasi tidak bisa dilakukan secara top-down, melainkan harus berangkat dari kebutuhan dan kesadaran kolektif masyarakat. Ia mengingatkan bahwa banyak koperasi gagal karena dibentuk sebagai proyek pemerintah, bukan inisiatif dari anggota.
“Koperasi adalah perjuangan bersama atas kepentingan ekonomi anggotanya. Kita tidak ingin Koperasi Merah Putih mengulang kegagalan seperti KUD, KUT, atau koperasi nelayan yang dulu dibentuk dari atas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti minimnya pemahaman dasar di kalangan pengurus koperasi di desa-desa. Banyak dari mereka belum mengetahui hak dan kewajiban sebagai anggota koperasi, sehingga berisiko menjalankan usaha tanpa arah yang jelas.
“Jangan sampai koperasi terbentuk dulu, tapi pemahaman anggotanya masih sepotong-sepotong. Ini jadi pekerjaan rumah besar,” ujarnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dekopinwil NTB telah menyiapkan modul pelatihan dan mengerahkan pelatih ke desa-desa. Jumlah pelatih direncanakan akan terus ditambah sesuai kebutuhan lapangan.
“Kami sudah siapkan pemandu koperasi. Kalau pemahaman dasar sudah kuat, baru kita bisa bicara soal potensi usaha desa yang bisa digarap koperasi,” tambah Bambang.
Potensi koperasi Merah Putih disebut cukup luas, mulai dari pendistribusian pupuk, gas LPG, sembako, hingga layanan kesehatan seperti apotek desa. Namun, pelaksanaannya dinilai perlu perencanaan matang agar tidak sekadar menjadi simbol.
“Kita harus pahami posisi koperasi dalam ekosistem ekonomi desa yang sudah ada. Tidak bisa dijalankan begitu saja tanpa kajian,” jelasnya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu pilar utama visi Presiden Prabowo dalam membangun ekonomi rakyat berbasis gotong royong. Koperasi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang profesional, kuat, dan modern, serta berperan dalam distribusi pangan, energi, dan layanan kesehatan. (bul)


